Kisah Daeng Nai 30 Tahun Jadi Tukang Urut, Layani Pegal Hingga Patah Tulang, Pernah Pijat SYL

Dari masyatakat biasa hingga pejabat sekelas Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo diurutnya.

Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Daeng Nai (62) 

Rupanya, itu adalah minyak urut khas Sulawesi.

Minyak urut itu dituang ke piring. Setelah itu Daeng Nai akan membaca doa.

Usai membaca doa, pria yang memiliki istri bernama Asma Daeng Sunggu itu akan meniup minyak urut yang telah dituang ke piring.

Setelah itu, diambilnya minyak di piring lalu dioleskan ke tubuh pasien yang sakit.

Tak hanya bagian sakit saja diurut, bagian tubuh lain yang terhubung dengan jaringan syaraf juga diurutnya.

Terutama pada bagian yang terdapat benjolan.

Sekali mengurut, Daeng Nai membutuhkan waktu minimal 30 menit, tergantung sakit yang diderita pasien.

Pegal-pegal, keseleo, hingga patah tulang semua diobati.

Usai menjalankan tugas, pria yang memiliki enam anak itu tak akan mematok harga untuk jasanya.

"Seikhlasnya saja," kata pria kelahiran Desember 1963 itu.

Profesinya itu telah digeluti kurang lebih 30 tahun.

"Saya dulu kerja di PU. Sambil bekerja saya belajar mengurut di teman dan nenek," ujarnya.

Selama 30 tahun, telah banyak disembuhkannya. Dari masyatakat biasa hingga pejabat sekelas Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo diurutnya.

"Semua itu kuncinya ikhlas dan jujur saja. Kalau dua itu kita pegang, insyaallah orang akan percaya dengan kita," jelasnya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved