Rumah Pendeta di Kalpataru Luwu Timur Terbakar saat Ditinggal Melayat
Kebakaran terjadi didugaan akibat korsleting listrik. Sumber api berasal dari sarang burung walet atau dari lantai dua.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNLUTIM.COM, TOMONI - Satu rumah terbakar di Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Sulsel, Rabu (5/10/2022).
Rumah yang terbakar model permanen, milik pendeta bernama Swilly (52).
Rumah korban tepat di samping gereja. Berutung, gereja tidak sampai ikut terbakar.
Kebakaran terjadi saat rumah dalam kondisi kosong.
Korban meninggalkan rumah dalam kondisi kompor masih menyala.
Diduga, rumah pendeta Swilly terbakar karena kompor yang meledak.
"Jadi rumah dalam keadaan kosong, pemilik rumah pergi melayat," kata petugas Damkar Luwu Timur, Hery.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.15 Wita, api baru bisa dipadamkan pada pukul 16.02 Wita.
Damkar unit Tomoni dan Tomoni Timur yang turun melakukan pemadaman.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta.
Selasa (4/10/2022) malam, Toko Rahmat 77 terbakar di Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur.
Toko Rahmat 77 terdiri dari dua lantai, pemiliknya bernama H Deky.
Lantai pertama digunakan untuk menjual suku cadang motor. Sementara lantai duanya adalah bangunan sarang burung walet.
Kebakaran terjadi didugaan akibat korsleting listrik. Sumber api berasal dari sarang burung walet atau dari lantai dua.
Syukurnya, dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kal-paaataru-1221.jpg)