Breaking News:

Serapan Anggaran Pemkot Makassar Baru Rp1,7 Triliun

Serapan Anggaran Pemkot Makassar masih di angka 35,44 persen. Padahal tahun anggaran berjalan sudah memasuki triwulan ke empat.

SITI AMINAH/TRIBUN-TIMUR.COM
Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Ia memberi hukuman kepada pegawai lingkup Pemkot Makassar, khusunya OPD dengan serapan anggaran rendah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Serapan Anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih di angka 35,44 persen.

Padahal tahun anggaran berjalan sudah memasuki triwulan ke empat.

Artinya, sisa tiga bulan lagi kesempatan Pemkot Makassar membelanjakan anggaran sesuai yang direncanakan.

Pemkot Makassar juga sudah merevisi target belanja dan pendapatan dalam APBD Perubahan 2022 yang diketuk 30 September lalu.

Total belanja Pemkot Makassar dalam APBD Perubahan senilai Rp4,6 triliun.

Mengalami pengurangan dari APBD Pokok 2022 hampir mencapai Rp5 triliun.

Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, realisasi anggaran per 27 September baru Rp1,7 triliun atau 35,44 persen.

Baca juga: Jaringan Pipa Limbah Proyek IPAL Losari Capai 50 Kilometer, Setia Dhinor: Selesai Juni 2023

Baca juga: Dinas PU Makassar Awasi Recovery IPAL Losari

Jika dibandingkan dengan target belanja sesuai APBD Perubahan Rp4,6 triliun, maka Pemkot Makassar belum membelanjakan anggaran sekira Rp3 triliun.

Seperti biasanya, organisasi perangkat daerah paling rendah serapannya yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar.

Dinas PU hanya mampu membelanjakan 5,69 persen atau sekira Rp51,2 miliar dari Rp899,2 miliar anggaran yang dimiliki.

Peringkat kedua terbawah yakni Dinas Pemuda dan Olahraga baru 13,8 persen atau Rp33,6 miliar dari Rp243,7 anggaran di 2022.

Kemudian peringkat ketiga terbawah yakni Dinas Perdagangan dengan serapan Rp8,2 miliar atau 18 persen dari Rp45 miliar anggaran.

Minimnya serapan anggaran dari tiga OPD diatas menjadi sorotan anggota DPRD Makassar.

Anggota Fraksi PAN DPRD Makassar Sangkala Saddiko menilai minimnya serapan anggaran disebabkan karena perencanaan OPD yang tidak baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved