IPAL Losari

Simak Manfaat Pembagunan IPAL Losari yang Disebut Warga Merusak Kualitas Jalan

Manfaat nyata yang dirasakan langsung masyarakat usai beroperasinya IPAL ini yakni bau busuk di Pantai Losari tidak akan lagi mengganggu penciuman.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Pengerjaan IPAL Losari di Jl Lamadukelleng, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar beberapa waktu lalu. Meski banyak dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan, proyek IPAL memberi banyak manfaat untuk masyarakat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengerjaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari terus berlanjut.

Meski banyak dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan, proyek ini dipastikan akan memberi manfaat untuk masyarakat.

Pejabat Pembuat Kewenangan (PPK) Sanitasi Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Sulsel Setia Dhinor mengatakan pembangunan IPAL sejatinya untuk membenahi limbah rumah tangga.

Selain itu limbah perhotelan hingga rumah sakit juga akan dikelola sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

"Kita menangani air limbah domestik maupun komersil, kan di sekitar Losari itu banyak mal dan hotel itu akan kita tangani air limbahnya supaya tidak mencemari lingkungan," ucapnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (2/10/2022).

Manfaat nyata yang dirasakan langsung masyarakat usai beroperasinya IPAL ini yakni bau busuk di Pantai Losari tidak akan lagi mengganggu penciuman.

Karena air limbah domestik dan komersil akan dikelola sehingga membuat air tanah dan air baku di Makassar menjadi berkualitas.

"Nanti di wilayah anjungan tidak ada lagi pembuangan air limbah ke pantai, jadi diharapkan di sekitar losari tidak ada lagi yang berbau," jelasnya.

Limbah rumah tangga maupun hotel dan rumah sakit yang akan dikelola berupa limbah cair dari buangan MCK (mandi, cuci dan kakus).

Bahkan kata Setia Dhinor, air yang dihasilkan akan dikelola menjadi air bersih layak minum.

Nantinya, Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) akan bertugas mengelola IPAL ini untuk dijadikan air layak minum.

Ia mengungkap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar akan mengelola IPAL tersebut agar bisa dimanfaatkan sebagai air minum.

"Harus diolah dulu, itu tugasnya PDAM sebagai pengelola lanjutan. Kita akan memberikan pendampingan kepada mereka," paparnya.

Sementara untuk penyiraman atau hal-hal non konsumtif bisa digunakan secara langsung.

Teknologi yang digunakan untuk memproses limbah rumah tangga tersebut adalah Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR).

Teknologi ini menggunakan biofilm polyethylene yang sangat efektif dalam mereduksi kandungan oksigen pengurai bakteri air (Biological Oxygen Demand), nitrifikasi dan menghilangkan nitrogen.

Sehingga efluen yang dihasilkan dapat memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor. P. 68/MenLHK/Sekjen/Kum.1/8/2016 tentang baku mutu air limbah domestik.

Diketahui, pembangunan IPAL ini mencakup lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tamalate, Mamajang, Mariso, Makassar, dan Ujung Pandang.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved