Dugaan Pungli

Dituding Terima Uang Rp 15 Juta dari Keluarga Napi, Kalapas Takalar: Mereka yang Nitip

Ia dinonaktifkan dengan tuduhan melakukan pungutan liar (pungli) kepada narapidana dan keluarganya.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Rasbil angkat bicara soal isu pungli yang beredar di kantornnya.  

TAKALAR, TRIBUN-TIMUR.COM  - Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Rasbil angkat bicara soal dirinya dinonaktifkan.

Ia dinonaktifkan dengan tuduhan melakukan pungutan liar (pungli) kepada narapidana dan keluarganya.

Dia mengatakan penonaktifan sementara terhadap dirinya adalah kewenangan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Selatan.

Namun menurut dia, sebaiknya melihat dulu kebenaran kasus yang beredar tentang pungli itu.

"Kalau saya kita lihat dulu, kalau sekarang ini saya cuti tiga minggu," katanya, Selasa (2/8/22)

Ia mengaku belum menerima surat dari kantor wilayah Kemenkumham Sulsel terkait penonaktifan tersebut.

"Belum ada, saya cutinya tiga minggu. Belum menerima SK," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Takalar diduga pungli.

Pungli diketahui seusai beredar sebuah kuitansi.

Kuitansi itu senilai Rp 15 juta. Hal tersebut diduga untuk mengurus salah satu warga binaan Lapas IIB Takalar bernama Wisomono Dg Sepong.

Kuitansi itu ditujukan kepada salah satu petugas Lapas Takalar bernama Emil 

Tante Wisomono, Kasturi (35), mengatakan uang tersebut diberikan untuk remisi.

Awalnya, ponakannya disebut telah tawar menawar sebelumnya dengan petugas lapas Takalar bernama Emil untuk mendapatkan remisi.

Disebutkan, awal penawaran nilainya Rp 50 juta, hingga akhirnya sampai  menuai kesepakatan senilai Rp 15 juta.

Halaman
1234
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved