Opini
Koperasi Merah Putih Aeng Batu-Batu: Cerminan Kepemimpinan Visioner Bupati Daeng Manye
Koperasi Merah Putih Desa Aeng Batu-Batu tumbuh pesat berkat dorongan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Bansuhari Said
ASN Pemkab Takalar
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Keberhasilan Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, menjadi bukti nyata kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye tidak hanya responsif, tetapi juga visioner dan progresif dalam membangun ekonomi desa.
Sejak awal, Bupati Daeng Manye memainkan peran sentral dalam menginisiasi dan memfasilitasi pembentukan koperasi ini sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
Berbekal pengalaman memimpin perusahaan besar, ia membawa pendekatan manajemen modern dan digitalisasi ke dalam pengelolaan koperasi.
Langkah ini menjadi terobosan penting yang mendapat respons positif dari masyarakat, akademisi, hingga pemerintah pusat.
Koperasi Merah Putih yang dibentuk pada Maret 2025 awalnya beranggotakan 29 orang.
Namun, berkat dorongan dan bimbingan dari Pemkab Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Daeng Manye, koperasi ini telah berkembang pesat dengan anggota mencapai 168 orang.
Kini, koperasi ini menjadi role model bagi koperasi desa lainnya di Sulawesi Selatan, bahkan mulai dilirik secara nasional.
KMP tidak hanya aktif dalam kegiatan jual beli, tetapi juga mengelola usaha pangkalan gas, gerai sembako, apotek, dan klinik kesehatan yang melayani dokter umum dan dokter gigi.
Semua unit usaha tersebut dikelola secara profesional dengan sistem digital terintegrasi, meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional koperasi.
Model koperasi ini dinilai sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang menekankan keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan dan peningkatan kesejahteraan bersama.
Di sisi lain, kebijakan Bupati Daeng Manye juga sangat linier dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mendorong optimalisasi potensi lokal melalui inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Menteri Koperasi RI, Ahmad Sabadi, dalam kunjungan kerjanya ke KMP, menilai koperasi ini sebagai contoh nyata penggerak ekonomi desa yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Guru Besar Ekonomi dan Kebijakan Publik, Prof. Dr. Bambang Supriyadi, melihat kebijakan yang dijalankan Bupati Takalar sebagai langkah strategis yang membuka ruang luas bagi desa untuk mengelola potensi lokal secara inklusif dan partisipatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-09-28-bansuari-said.jpg)