Penyakit Mulut dan Kuku

Lima Kerbau Asal Selayar Dikarantina di Sinjai, Ternyata Ini Alasannya

Kerbau tersebut milik seorang pedagang ternak di Dusun Tana Tengnga, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
DOK KEMENTAN RI
Ilustrasi kerbau 

SINJAI, TRBUN-TIMUR.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengarantina lima ekor kerbau yang baru tiba di daeah itu.

Kerbau tersebut milik seorang pedagang ternak di Dusun Tana Tengnga, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.

"Kami karantina lima ekor kerbau karena baru didatangkan dari Toraja," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Burhanuddin, Jumat (15/7/2022).

Kerbau tersebut dikarantina karena berasal dari daerah yang banyak ditemukan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yakni Toraja.

Burhanuddin mengungkapkan bahwa awalnya kerbau tersebut berasal dari Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar yang didatangkan oleh pengusaha kerbau.

Dari Selayar melalui Pelabuhan Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.

Dari Jampea, selanjutnya kelima kerbau itu dibawa ke Toraja untuk kegiatan pesta adat di Pasar Hewan Bolu Toraja Utara.

Saat sampai di Toraja Utara, kerbau tersebut tidak laku.

Karena tidak laku, sehingga pengusaha membawa pulang ke Sinjai termasuk beberapa ekor kerbau asal Kabupaten Bone.

Khusus kerbau yang dibawa ke Bone saat ini sudah terjangkit virus PMK.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved