Kilas Tokyo
Kita Juga Bisa
Setiap saya bercerita bagaimana cara sukses Jepang melaksanakan sebuah program, selalu saja ada rekan di grup WhatsApp ragu nan pesimis.
Oleh Muh. Zulkifli Mochtar
Setiap saya bercerita bagaimana cara sukses Jepang melaksanakan sebuah program, selalu saja ada rekan di grup WhatsApp ragu nan pesimis apakah itu bisa diimplementasikan di Indonesia.
Tingkat ketaatan dan kedisiplinan kita beda level dengan mereka, rekan beragumen seperti ini. Sudah seakan opini umum bahwa Jepang punya masyarakat taat disiplin melaksanakan aturan.
Lalu seorang teman kembali ke Jepang guna melanjutkan studi. Beberapa tahun lalu pernah tinggal di Fukuoka, sebuah kota apik nan bersih daerah Kyushu.
Sang teman pun bernostalgia panjang saat di Fukuoka, semua seakan serba diatur.
Dimana mana ada aturan. Jadwal hariannya sangat padat, cara jalannya cepat setengah berlari.
Ketika balik ke Indonesia, entah mengapa kecepatan jalan melambat. Sekarang cenderung gemuk, padahal selama di Fukuoka badannya ramping terus.
Satu hal menarik, apakah masyarakat Jepang sedemikian taat? Apakah benar tuturan teman bahwa di Jepang semua serba diatur? Mungkin ada benarnya.
Peraturan ada dalam segala lini kehidupan. Satu kasus kecil, ketika ikut acara resmi anak di sekolah, aturan harus membawa sendiri sandal indoor dan plastik dari rumah tertulis di lembar informasi.
Di Jepang umumnya tidak menggunakan sepatu atau berkaus kaki masuk ruangan.
Biasanya selalu ada sandal indoor ‘surippa’ buat tamu tersedia di pintu masuk. Karena terburu buru, membawa ‘surippa’ dari rumah terlupa.
Uniknya, dari ratusan orang tua siswa, hanya saya tidak membawa. Cuma saya yang bingung sendiri.
Semua negara pasti punya banyak peraturan, baik tertulis maupun tidak tertulis.
Agar tidak terjadi kekacauan dan masyarakat tertib. Juga dengan Jepang, peraturan tertulis dimana mana.
Aturan dibarengi berbagai sistem keteraturan menuntun mereka menjalani hidup dengan tenang, teratur dan tidak kasak kusuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/muh-zulkifli-mochtar-1-2632022.jpg)