Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Penggunaan Kata-kata Trend Setter di Media Massa, Bolehkah?

Dalam memanfaatkan bahasa sebagai bagian dari konten media, tentunya memiliki banyak pertimbangan.

Tayang:
Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Qudratullah 

Oleh: Dr Qudratullah MSos

Dosen Institut Agama Islam Negeri Bone

Dalam memanfaatkan bahasa sebagai bagian dari konten media, tentunya memiliki banyak pertimbangan.

Salah satunya karena bahasa merupakan bagian strategi dari segmentasi media.

Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan dalam menulis berita atau biasa disebut dengan bahasa media atau bahasa pers.

Perlu diketahui bahwa bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang juga mengacu pada aturan aturan Bahasa Indonesia baku.

Hal yang membedakan antara Bahasa Jurnalistik dan Bahasa Indonesia salah satunya yaitu penggunaan kata kata trend setter yang diperbolehkan dalam menulis suatu berita.

Apa itu trend setter? Dalam ruang lingkup Bahasa Jurnalistik, trend setter merupakan kata kata yang sedang marak digunakan dalam lingkungan masyarakat.

Posisinya bukan sebagai bahasa baku namun boleh digunakan dalam penulisan suatu berita.

Penulisan berita terbagi atas dua, tulisan yang benar-benar ditujukan untuk khalayak, serta tulisan yang ditujukan untuk pembawa berita atau dikenal dengan news anchor.

Penulisan pada kedua teks media tersebut tentunya tidak bisa disamakan seratus persen, sebab berita yang ditulis untuk dibacakan kembali oleh pembawa berita biasanya terkesan lebih ringan.

Bukan berarti tidak terpacu pada kaidah-kaidah penulisan Bahasa Jurnalistik, tapi lebih ke penggunaan kata kata trend setter yang cenderung lebih bebas.

Mengapa demikian? Sebab peminat berita yang ditayangkan di televisi atau diperdengarkan di radio lebih luas, orang orang yang menjadikannya sumber informasi lebih beragam.

Mulai dari anak sekolah, ibu rumah tangga, bahkan mungkin pengangguran.

Berbeda dengan penulisan berita pada media cetak dan online yang cenderung peminatnya merupakan kalangan orang-orang sibuk, yang biasanya tidak memiliki waktu untuk menonton televisi atau mendengarkan radio.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved