Ramadhan 2022
Apa Itu Itikaf di Bulan Ramadhan? Simak Pengertian, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya
Rasulullah SAW bahkan menyatakan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beri’tikaf bersama beliau.
Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.
Itikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir, berdo’a, membaca Al-Quran, shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya.
Itikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA,
Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadan. (HR. Muttafaq ‘alaih)
Di masa pandemi Covid-19 ini, kemungkinan sebagian umat Islam tidak dapat beritikaf di masjid, akan tetapi seluruh aktivitas itikaf dapat dilakukan di rumah.
Baca juga: Udara Sejuk Terjadi di Malam Ganjil Ramadan, Simak Tanda-tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar
Baca juga: Lafaz Doa Kamilin, Doa Kebaikan Setelah Sholat Tarawih, Lengkap dengan Artinya
Jika ingin tetap melakukan itikaf secara individu di masjid, maka hendaklah dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan seperti berbadan sehat, membawa sajadah sendiri, memakai masker, berwudhu kembali di masjid, dan tidak bersalaman.
Rukun Itikaf
- Niat
- Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat
- Masjid
- Orang yang beritikaf
Syarat orang yang beri’tikaf adalah beragama Islam, berakal sehat dan bebas dari hadas besar.
Artinya, tidak sah Itikaf dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.
Bacaan Niat Itikaf
Dikutip dari situs Nahdatul Ulama, Itikaf dibagi menjadi tiga macam:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/itikaf-i_20150709_101745.jpg)