Perspektif
Generasi Strawberry dan Crazy Rich
Pada bulan Maret 2022 ini selain berita tentang Mandalika juga ramai tentang crazy rich.
Juga ia tumbuh dengan penjagaan yang sangat ketat. Bahkan kadang di dalam rumah kaca.
Juga hanya butuh waktu 2,5 bulan sejak ditanam, buah strawberry sudah bisa dipanen.
Ciri-ciri generasi strawberry yaitu berpikir serba instan, jalan pintas dan ingin cepat sukses.
Mereka ingin cepat berhasil. Obsesinya adalah meraih puncak karir di usia muda.
Memang diakui ada banyak generasi millenial di masa sekarang ini yang telah menjadi chief, direksi dengan jabatan CEO, CFO, CTO dan sejenisnya pada usia 30 an tahun.
Ada yang meraihnya dari bawah dan bisa naik dengan cepat melalui kerja keras didukung kecerdasan istimewa.
Ada juga yang melalui mendirikan bisnis startup yang berhasil seperti pendiri Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan sejenisnya.
Pada usia 30 an tahun mereka tidak hanya menduduki top executive tapi juga menjadi orang kaya di usia muda.
Pemberitaan media yang massif terhadap mereka membuat anak muda yang lain menjadikannya sebagai role model.
Mereka pun terobsesi menjadi orang sukses dan kaya pada usia 30 an tahun. Terobsesi segera meraih kebebasan finansial. Memiliki passive income, kaya tanpa harus kerja keras.
Hanya saja ada yang salah kaprah dari generasi strawberry ini.
Mereka cenderung melihat hasil tanpa mencermati proses.
Salah memahami ungkapan kerja cerdas tanpa kerja keras.
Padahal jika melihat perjuangan para pendiri startup unicorn. Mereka meraih kesuksesan butuh kerja keras dan kerja cerdas yang luar biasa.
Kerja cerdas itupun akhirnya dimaknai sebagai kerja licik bukan cerdik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamril-al-bugisyi-rektor-kalla-business-school-24112020.jpg)