Perspektif
Generasi Strawberry dan Crazy Rich
Pada bulan Maret 2022 ini selain berita tentang Mandalika juga ramai tentang crazy rich.
Kerja licik mengambil jalan pintas dengan menghalalkan segala cara.
Tidak peduli merugikan dan mengorbankan orang lain. Maka muncullah orang-orang seperti Indra Kens dan Doni Salmanan.
Menjadi kaya dalam waktu singkat dengan cara menipu orang lain.
Generasi strawberry juga rapuh dan mudah menyerah jika menghadapi kesulitan. Kadang dibungkus argumen pembenaran dengan ungkapan bekerja sesuai passion.
Bekerja pada apa yang dicintai dan disukai. Namun yang terjadi adalah bekerja pada hal yang mudah.
Jika ada kesulitan diberi label bukan passion dan kemudian mencari bidang lain yang dianggap passion-nya.
Maka anak muda zaman sekarang dikenal sebagai generasi kutu loncat. Tidak bisa bertahan lama di satu perusahaan.
Jika mendapat sedikit kesulitan atau tekanan dari atasan, merasa tidak cocok dan ajukan resign.
Munculnya generasi strawberry yang serba instan dan rapuh dibentuk dari pola asuh yang terlalu memanjakan.
Orang tua mereka adalah generasi yang hidup dalam masa kesulitan, keterbatasan dan kekurangan.
Orang tua mereka tidak ingin anaknya juga menderita maka disiapkanlah segala fasilitas yang memudahkan.
Mari lahirkan generasi yang kuat dan siap menjalani proses yang panjang untuk meraih sukses.
Tidak berpikir instan dan tidak menghalalkan segala cara.
Caranya berikan pendidikan yang benar dan jauhi pola asuh yang memanjakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamril-al-bugisyi-rektor-kalla-business-school-24112020.jpg)