Opini Tribun Timur
Omicron, Bukan yang Terakhir ?
Terhitung sejak 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global.
Kappa atau B.1.617 dideteksi pertama kali di India pada Oktober 2020. 5.Lambda atau C.37 dideteksi pertama kali di Peru pada Desember 2020.
6.Mu atau B.1.621 dideteksi pertama kali di Kolombia pada Januari 2021.
Sedangkan contoh dari VOC adalah ; 1.Alpha atau B.1.1.7, varian ini pertama kali dideteksi menyebar secara luas di Inggris pada September 2020.
2.Beta atau B.1.31, varian ini pertama kali dideteksi di Afrika Selatan pada Mei 2020.
3.Gamma atau P.1, varian ini pertama kali dideteksi di Brasil pada November 2020.
4.Delta atau B.1.617.2, varian ini pertama kali dideteksi di India pada Oktober 2020, dan 5.Omicron atau B.1.1.529, varian ini pertama kali dideteksi di Afrika Selatan pada November 2021.
Waspada Varian Baru
Varian of concern (VOC) adalah varian dari virus penyebab COVID-19 yang perlu diwaspadai dengan ketat.
Varian ini lebih mudah menular dan mampu mempengaruhi tingkat keparahan pada seseorang, terlebih bagi mereka yang belum mendapatkan Vaksinasi.
Virus Corona termasuk ke dalam kelompok virus RNA dan menurut beberapa hasil penelitian di beberapa jurnal ilmiah menyebut bahwa kelompok virus RNA memang mudah mengalami mutasi.
Sebab, ketika virus Corona menginfeksi satu tubuh inang, maka RNA-nya akan melakukan replikasi atau berkembang biak.
Belajar dari varian Omicron, dari hasil analisis genomic kekuatan Omicron bisa dilihat dari pola Spike porteinnya.
Menurut Guru Besar Kedokteran Unair, Prof.Djoko Santoso, Omicron memiliki 50 mutasi secara keseluruhan dan 32 mutasi pada Spike proteinnya.
Dimana setiap Spike protein terdiri dari tiga bagian penting yang memiliki fungsi sendiri-sendiri, yaitu ; Receptor-binding Domain (RBD) yang berperan dalam transmisi virus.
N-terminal domain (NTD) berperan dalam pembentukan kekebalan virus, dan Furin cleavage site (FCS) berperan menentukan keparahan penyakit.