Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Maros

Ngeri, Sehari Pasien Covid-19 Bertambah 100 Orang di Maros

Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Maros bertambah 100 orang, Rabu (23/2/2022).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Dr Muhammad Yunus 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Maros bertambah 100 orang, Rabu (23/2/2022).

"Tadi malam ada penambahan kasus sebanyak 100 orang," ujar Kadis Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, Kamis (24/2/2022).

Jumlah kasus positif di Maros saat ini menjadi 883 orang.

Baca juga: Usai Banjir di Dusun Kampala Maros Surut, Warga Mulai Terserang Penyakit Kulit, Batuk dan Pilek

Baca juga: Raih Opini WTP, Chaidir Syam Apresiasi Pengurus KPRI-Kopemda Amanah Maros

"Lonjakan kasus ini baru terjadi dalam kurun dua pekan terakhir," katanya.

Meski terjadi lonjakan kasus, namun hanya sebagian kecil yang membutuhkan perawatan intensif.

"Dari 883 kasus hanya 16 yang dirawat di rumah sakit, 11 di RSUD dr La Palaloi," katanya.

RSUD dr La Palaloi pun telah bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif yang membutuhkan perawatan intensif.

"Kami menyediakan 30 ruang perawatan di RSUD dr La Palaloi. Semua fasilitas mulai dari tabung oksigen hingga obat-obatan masih aman," ujarnya.

Ia mengatakan jumlah kasus tertinggi berada di Kecamatan Mandai dengan 155 kasus.

Sementara yang terendah berasal dari Kecamatan Mallawa dengan 14 kasus.

Yunus menjelaskan, ada perbedaan besar antara gelombang tiga dengan gelombang satu dan dua Pandemi Covid-19.

"Dulu pada gelombang satu dan dua, kenaikan kasus berbanding lurus dengan jumlah pasien positif di Rumah sakit. Sementara sekarang kasus tinggi namun tidak banyak yang harus dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Hal ini disebabkan sebagian besar yang tertular Covid-19 ini sudah menjalani vaksinasi.

"Memang yang sudah vaksin masih berisiko terkena Covid-19, hanya saja gejalanya itu lebih ringan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia pun mengimbau agar masyarakat mau divaksin lengkap.

"Jadi saya harap masyarakat mau melakukan vaksin lengkap, karena itu bisa membentuk antibodi kita dan membuat gejala lebih ringan," tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved