Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Kurikulum Prototipe, Harapan Baru?

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyederhanakan kurikulum 2013 menjadi kurikulum prototipe.

Editor: Sudirman
dok. Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim tawarkan kurikulum darurat, beban mengajar guru berkurang 

Oleh: Adira SSi

Praktisi Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyederhanakan kurikulum 2013 menjadi kurikulum prototipe.

Kurikulum prototipe bertujuan memperbaiki kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik, termasuk pemulihan pendidikan yang mengalami distraksi akibat pandemi.

Melansir dari Tribunnews.com, 25/12/2021, Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek Zulfikar Anas mengatakan, “Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama.

Antara lain pengembangan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial dan fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran sesuai dengan kemampuan murid atau teach at the right level.

Komisi X DPR mendukung kebijakan ini, sebagai mitigasi memulihkan learning loss. Meski demikian, banyak yang mempertanyakan kematangan penerapan kurikulum ini.

Kritikan menarik diutarakan oleh pakar pendidikan Universitas Negeri Malang Prof Djoko Saryono, M.Pd. Dia menyebut kurikulum ini seperti onderdil lama yang diberi nama baru.

Dia mengaku, secara detil belum bisa memahami kelebihan dan kelemahan kurikulum baru ini karena memang belum final.

Karena itu, konstruksi dan perangkat kurikulumnya belum sampai pada kecukupan dan kememadaian (radar malang, 07/01/2022).

Perubahan kurikulum sudah kerap dilakukan sebagai bentuk upaya inovasi pendidikan.

Maka wajar jika khalayak mempertanyakan hasil evaluasi yang menjadi dasar kuat setiap terjadi perubahan kurikulum.

Sebab, sangat disayangkan jika pergantian kurikulum terus terjadi namun hasil capaian pendidikan tetap saja nihil.

Kurikulum Paradigma Baru dan Kesenjangan Pendidikan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda seperti dilansir dari Republika.co.id, (Jakarta, 26/12/2021) mengingatkan Kemendikbudristek untuk memfasilitasi sekolah-sekolah yang tidak memilih melaksanakan kurikulum prototipe.

Dalam siaran pers Syaiful menyatakan, “Perlu diantisipasi oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota dalam mengatasi kesenjangan antara sekolah yang melaksanakan dan yang tidak melaksanakan kurikulum prototipe guna penyelesaian berbagai isu yang mungkin timbul.”

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved