Breaking News:

Tribun Timur

Bermodal Rp 50 Ribu Hasil Jual Kursi, Penjual Kerupuk di Gowa Kini Hidupi 12 Karyawan, Omset Jutaan

Habibah perempuan paruh baya ini merupakan warga Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan memulai usaha jual kerupuk di tahun 1992

SUKMAWATI IBRAHIM/TRIBUN TIMUR
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad (tengah) didampingi Distribution Head Syafrini Nasution (kanan) saat mengunjungi tempat penggorengan kerupuk nasabah inspiratif Habibah (kiri) di Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 22 Desember 2021 lalu. (*) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Tak ada kata tidak mungkin, jika kita berani memulai.

Tapi ingat, bukan sekadar memulai tetapi juga mesti konsisten.

Seperti yang dilakukan dengan gigih oleh Habibah (53).

Perempuan paruh baya ini merupakan warga Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sudah 29 tahun ia menjalani bisnis jual kerupuk Ia menggoreng hingga mengemas kerupuk lalu dijual.

Kerupuk mentah sendiri ia beli di toko Cina tak jauh dari rumahnya.

Ia memulainya di tahun 1992 saat sang suami Suardi (52) memutuskan keluar dari pabrik kerupuk.

Berbekal kemampuan menggoreng itu, penuh percaya diri memulai usaha kecil-kecilannya yakni jualan kerupuk.

Pasangan suami istri ini mengawali bisnis jual kerupuk dengan modal Rp 50 ribu.

Meski modal 'hanya' Rp 50 ribu, uang itu diperoleh dengan sedikit drama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved