NU Papua

Inilah Penjelasan Ketua PWNU Papua tentang Isu Tewasnya Rais Syuriah PCNU Yahukimo Papua oleh KKB

Inilah Penjelasan Ketua PWNU Papua tentang Isu Tewasnya Rais Syuriah PCNU Yahukimo Papua oleh KKB Papua

Editor: Mansur AM
TRIBUN PAPUA
Ketua PWNU Papua Toni Wanggai (kiri) dan Ketua PCNU Yahukimo Umar Makku (kanan) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terkait adanya berita yang merebak viral atas tewasnya Rais Syuriah PCNU Kab. Yahukimo Papua atas nama Kyai Suwito yang dibacok KKB pada, Jumat 24 Desember 2021.
Ketua PWNU Papua Toni Wanggai dan Ketua PCNU Yahukimo, Umar Makku yang baru saja mengikuti Muktamar NU di Lampung, perlu mengklarifikasi berita tersebut agar tidak salah dipahami publik.

Kata Toni, tidak benar bahwa Kyai Suwito adalah Rais Syuriyah PCNU Yahukimo.

Tetapi yang benar bahwa Suwito saat ini dalam keadaan sehat dan menjabat Ketua HKJM (Himpunan Keluarga Jawa Madura) di Yahukimo.

Sementara yang menjadi korban pembacokan adalah almarhum Ngatiman Hadi asal Jember warga kultural NU di Yahukimo.

Ketua PWNU telah mengkonfirmasi langsung kepada Kapolda Papua dan Kapolres Yahukimo, membenarkan berita itu bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat siang, 24 Desember 2021.

Baca juga: Benarkah Prada Yotam Bugiangge Kabur Demi Gabung ke KKB Papua? Klaim OPM hingga TNI Temukan Petunjuk

Baca juga: Di Hadapan KSAD Jenderal Dudung, Menkopolhukam Mahfud MD: KKB di Papua Bukan Saudara!

Kronologis kejadiannya bahwa almarhum Ngatiman dibacok bagian vital oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dikebunnya daerah Kali Brasa Distrik Dekai, Yahukimo.

Sehingga menyebabkan almarhum meninggal dunia.

Sementara pelaku sedang dalam pengejaran, dan jenazah Ngatiman telah dipulangkan ke kampung halamannya di Jember Jawa Timur.

Toni berharap dengan kejadian ini, kaum Nahdliyin dan umat Islam dimana saja berada agar tidak terprovokasi dan tetap tenang demi menjaga kedamaian dan kerukanan antar umat beragama di Tanah Papua dan di Indonesia apalagi di tengah perayaan Hari Natal.

Kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan diproses hukum seberat beratnya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved