Breaking News:

Tribun Bulukumba

Harga Cabai Makin Pedas Jelang Natal dan Tahun Baru di Bulukumba, Kini Rp 60 Ribu / Kg

Harga cabai di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), naik berkali-kali lipat.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI
Harga cabai di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), naik berkali-kali lipat. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Harga cabai di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), naik berkali-kali lipat.

Jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, harga cabai naik hingga 200 persen.

Pedagang Sembako di Pasar Sentral Bulukumba, Rahmatiah mengatakan, kenaikan cabai mulai terjadi sejak bulan lalu.

Baca juga: Emak-emak Meradang di Sinjai, Harga Telur, Cabe dan Minyak Goreng Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen di Bulukumba, Legislator Golkar: Petani Kita Menjerit

Dan harga terus melonjak hingga menjelang nataru.

Cabai besar yang sebelumnya hanya Rp 8 ribu, kini tembus Rp 30 ribu per kilogram.

Yang paling menonjol adalah cabai rawit.

Yang sebelumnya hanya Rp 10 ribu per kilogram, kini dijual pedagang di harga Rp50-60 ribu per kilogram.

"Mahal sekali sekarang cabai. Sudah naik sejak bulan lalu," beber Rahmatiah.

Kurangnya stok cabai diduga menjadi penyebab kenaikan tersebut.

Rahmatiah bahkan memprediksi, jika harga masih kemungkinan naik lagi.

"Bisa jadi naik lagi, karena biasanya kalau akhir tahun begini selalu naik," katanya.

Namun meski mengalami kenaikan hingga 200 persen, cabai jualannya masih tetap laku.

"Alhamdulillah tetap laku, masih tetap ada pembeli walaupun mahal," pungkasnya. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved