Opini Tribun Timur
Ibu, Kasih Tak Bertepi
“Lisan dan kedua tangan seorang Ibu tidak hanya bisa mengetuk pintu langit tetapi mampu membukanya. Anak yang tidak memiliki sopan santun
Lalu kamu menelepon untuk membayar biaya sekolah, kuliah dan sewa indekos. Apa yang terjadi? Ibu tidak jadi pergi ke pasar pada keesokan harinya.
Dia hanya pergi ke warung sebelah untuk membeli jarum dan benang.
Ibu selalu penuh kejutan. Saat kita meniatkan memberikan kejutan, Ibu sudah lebih dulu memberikannya.
Puluhan tahun yang lalu sudah dilakukannya. Begitu banyak hal yang telah diberikan. Peranannya sungguh tidak pernah berhenti.
Sangat benar apa yang disampaikan Taqi Falsafi dalam buku Anak antara Kekuatan Gen dan Pendidikan (Al-Thifl baina al-Waratsati wa al-Tarbiyah) yang menyatakan peran Ibu dalam membangun anak jauh lebih menentukan ketimbang peran seorang ayah.
Kasih Ibu tak bertepi. Abdul Aziz dalam buku Fikih Sosial (Fiqh al-Ta’amul Ma’a al-Nas) menulis bahwa tak ada anugerah yang diberikan kepada seseorang setelah anugerah Allah kecuali anugerah kedua orang tua kepada anaknya, utamanya dari seorang ibu.
Dia tetap mengingat meskipun sering dilupakan. Menyayangi meskipun sering disakiti. Harapannya pun tidak pernah putus untuk kesuksesan anak-anaknya.
Dalam keletihan, Ibu akan bangkit memasakkan makanan kesukaan anaknya. Dalam ketidakmampuan, Ibu tetap berusaha berdiri untuk jantung hatinya.
Dalam segala keadaan, Ibu selalu menyayangi buah hatinya. Seorang Ibu datang membawa dua anak, Aisyah ra., lalu memberi tiga kurma.
Satu untuk si Ibu. Dua buah dimakan anaknya. Satu buah yang tersisa lalu dibelah dan dibagi lagi kepada anak-anaknya.
Rasul saw., yang mengetahui keadaan itu bersabda, “Sungguh Allah telah merahmatinya dengan kasih sayang kepada kedua anaknya”.
Makanan dalam mulut pun dikeluarkan Ibu demi seorang anak. Dalam darah dan ruh anak, mengalir cinta seorang Ibu.
Quraish Shihab menyertakan sebuah kutipan dalam buku Perempuan, tidak ada yang pasti dan langgeng pada diri manusia di dunia ini melebihi cinta Ibu kepada anak.
Sungguh kasih sayang Tuhan dilimpahkan Ibu kepada anaknya.
Apapun pekerjaanmu, Ibu jauh lebih berharga daripada pekerjaan itu. Berapa pun uang yang dimiliki tidak sebanding dengan perjuangannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mustafa-spdi-mpdi-dosen-iain-palopo-32.jpg)