Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Keindonesiaan

Kekerasan Seksual

KEKERASAN seksual semakin memperhatinkan. Beberapa kasus yang muncul dan viral di media sosial akhir-akhir ini

Editor: Sudirman
Anwar Arifin Andipate 

Hasil Susenas 2014 di Indonesia telah menunjukkan adanya 74.283 anak perempuan yang menjadi korban seksual.

Sepanjang 2017 telah terdapat 49 kasus yang terjadi pada lima kota, yaitu: Makassar, Magelang, Jakarta Timur, dan Yoyakarta.

Bahkan 2015 Anti kekerasan terhadap perempuan telah mengukapkan adanya 321.000 kasus di Indonesia.

Bahkan Balitbang Kemerterian Sosial juga mengungkapkan bahwa kekerasan seksual anak, dipengaruhi fornografi, teman sebaya, histeri kekerasan, dan keluarga.

Ada juga 11 persen dipengaruhi faktor minuman keras serta narkotika, psikoropika, dan zat aktif.

Namun paling banyak (41 persen) pengaruh pornograsi yang diakses melalui gawai, serta 31 persen pengaruh teman sebaya, 10 persen karena pengaruh keluarga.

Data tersebut menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak perempuan semakin marak, yang merupakan pelanggaran berat bagi semua agama di Indonesia.

Tak salah jika muncul istilah Darurat Kekerasan Seksual, yang alaramnya telah berkali-kali berbunyi nyaring,

memperhatinkan dan menakutkan. Kekebasan negatif, kemiskinan, kebodohan, dan lemahnya pendidikan agama, yang dialami mayoritas telah menyuburkan kekerasan, terutama terhadap anak perempuan.

Tak salah jika pendiri NKRI mewajibkan pemerintah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaska kehidupan bangsa(*).

Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Kamis (16/12/2021).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved