Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jenderal M Jusuf

Kisah Jenderal M Jusuf yang Lolos dari Berondongan Peluru Pasukan Andi Selle di Pinrang

Pasukan M Jusuf terlibat pertempuran hebat dengan sesama pribumi yang dipimpin oleh Andi Selle di Kabupaten Pinrang

Editor: Muh. Irham
handover
Menteri Pertahanan sekaligus Panglima ABRI, Jenderal M Jusuf 

Tembak-menembak makin sengit tatkala pasukan Jusuf yang sebelumnya tertinggal di belakang tiba di lokasi.

Giliran mereka menghujani anak buah Andi Selle dengan berondongan timah panas dari senjata serbu.

Saat pertempuran berkecamuk, Peltu Daud melompat ke arah Jusuf untuk memberikan perlindungan dan membawanya ke mobil Gaz di depannya.

Nahas, saat itulah peluru menembus tubuhnya.

Lantas Daud gugur.

Pasukan Andi Selle tak berhenti.

Tahu Jusuf masuk mobil yang disiapkan, tembakan demi tembakan di arahkan ke orang nomor satu di Kodam Hasanuddin.

Bersyukurnya, Jusuf lolos dari maut. Dia selamat tanpa lecet sedikit pun.

Kalung Alquran Emas

Perjalanan waktu mengantar karier Jusuf ‘berakhir’ di militer.

Selepas Pangdam itu, dia ditarik Presiden Soekarno masuk kabinet sebagai menteri.

Kendati demikian dia masih berstatus tentara aktif.

Ketika Soeharto menjadi Presiden, Jusuf masih dipertahankan dalam kabinet.

Namun suatu hal tak terduga. Pada 29 Maret 1978 dia dipercaya menjadi Panglima TNI/Menhankam.

Jusuf menggantikan Jenderal Maraden Panggabean.

Dalam karier militernya sebagai Pangab, Jusuf dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan prajurit.

Dia kerap blusukan ke barak-barak dan asrama untuk menyapa para anggota ABRI.

Di luar itu, banyak ciri khas terdapat pada Jusuf.

Sebagai contoh tongkat komando Panglima ABRI.

Menurut Atmadji, tongkat komando itu tak biasa.

Bukan lurus seperti lazimnya, tapi agak bengkok karena seperti dari ranting pohon.

Ciri khas lain yang selalu dipakai Jusuf yakni dog tag (identifikasi diri yang biasanya terbuat dari baja antikarat dan dipergunakan tentara AS) yang diperoleh ketika belajar di Amerika.

“Juga sebuah kalung Alquran emas kecil yang konon pemberian dari almarhum Eddy Sabara, anak buahnya di era Pangdam Hasanuddin,” kata Atmadji.

Nah, itulah kisah lengkap mengenai seorang Panglima TNI yang memiliki kalung Alquran Emas.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved