Breaking News:

Opini Tribun Timur

Tantangan dalam Mewujudkan Atensi Bagi Disabilitas

enanganan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas menjadi diskursus penting akhir-akhir ini.

Editor: Sudirman
Tantangan dalam Mewujudkan Atensi Bagi Disabilitas
DOK PRIBADI
Asrul Sani, SE Staf BRSPDF Wirajaya Makassar

Oleh : Asrul Sani, SE

Staf BRSPDF Wirajaya Makassar

Penanganan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas menjadi diskursus penting akhir-akhir ini.

Berbagai metode coba untuk dilakukan, baik metode yang dilakukan oleh Kementerian Sosial RI maupun metode yang dilakukan oleh beberapa Non Goverment Organization (NGO), termasuk metode kolaborasi antara pemerintah dan NGO itu sendiri.

Beragam metode yang diterapkan dalam penanganan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas, kesemuanya mengarah pada upaya untuk meningkatkan keberfungsian sosial secara wajar dalam kehidupan masyarakat, termasuk upaya peningkatan kapabilitas dan responsibiltas sosial bagi penyandang disabilitas itu sendiri.

Memahami Atensi

Bagi Kementerian Sosial RI sendiri, lahirnya Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) sebagai pengganti Permensos Nomor 16 Tahun 2020 sebelumnya.

Dimana regulasi inilah menjadi panduan Kementerian Sosial dalam melakukan penanganan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas.

Dalam Permensos Nomor 7 tahun 2021 tentang Atensi dijelaskan, bahwa secara umum program Atensi meliputi layanan langsung dan layanan tidak langsung.

Untuk layanan langsung dalam program Atensi secara teknis, proporsi pelaksanaanya lebih banyak dilakukan oleh Balai dan Loka Rehabilitasi Sosial yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kementerian Sosial yang tersebar dibeberapa daerah di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved