Breaking News:

Danny Pomanto Setujui UMK Makassar 2022 Naik, Ketua Apindo: Kenaikan Rp39 Ribu Cukup Berat

Upah Minimum Kota Makassar 2022 hanya naik 1,9 persen sementara UMP Sulawesi Selatan tak mengalami kenaikan

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Buruh menggelar aksi memperingati Hari Buruh atau May Day yang berlangsung di bawah jembatan Fly Over, Makassar, Sabtu (1/5/2021). Terdapat sejumlah organisasi buruh yang turung melakukan aksi unjuk rasa. Seperti aliansi Gerak Makassar, Aliansi Perjuangan Rakyat (Alpar), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan lainnya. Mereka menyuarakan soal nasib pekerja dan Undang-undang Omnibuslaw. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, menyetujui hasil rapat Dewan Pengupahan terkait Upah Minimum Kota (UMK).

Kenaikan UMK Makassar tahun 2022 menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 36 tahun 2021, kenaikannya hanya 1,2 persen.

Dari Rp3.255.423 (UMK 2021) menjadi Rp 3.294.423 (UMK 2022), kenaikannya Rp39.559.

"Saya sudah tanda tangan. Saya harus hargai keputusan dewan pengupahan," ucap Danny Pomanto, Rabu (24/11/2021).

Danny mengaku, banyak pihak yang tidak puas dengan hasil tersebut, khususnya pihak buruh.

"Kalau mau protes protes ke dewan pengupahan, disitu ada wakilnya buruh, protes di wakilnya karena itu bawa aspirasi mereka," ujarnya.

Danny menegaskan tidak mau ikut campur soal penentuan UMK, meski kenaikannya sedikit tapi itulah kesepakatan Dewan Pengupahan.

Apalagi, perusahaan masih dalam proses pemulihan.

"Kita harus hormati keputusan dewan pengupahan, saya nda campur saya cuma dilaporkan, kenaikan sangat sedikit," tegasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar, Nielma Palamba memberi keterangan terkait kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved