Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kesehatan

Gejala DBD Pada Anak dan Kapan Harus ke Rumah Sakit

Salah satu penyakit yang rawan menjangkiti anak-anak di musim penghujan seperti saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD).

Editor: Muh. Irham
Istimewa
Ilustrasi anak yang menderita DBD 

- Sakit kepala

- Tidak selera makan, atau enggan menyusu

- Mual-mual

Gejala demam berdarah pada anak biasanya muncul selang empat sampai sepuluh hari setelah si kecil digigit nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi virus dengue.

Cara mengatasi DBD pada anak

Jika Anda mendapati beberapa gejala DBD pada anak, segera konsultasikan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya juga menyarankan tes darah untuk memastikan diagnosis. Tidak ada obat khusus untuk demam berdarah.

Dokter biasanya meresepkan obat parasetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Anda juga dapat mengupayakan beberapa cara mengatasi DBD pada anak berikut:

- Pastikan anak cukup istirahat

- Berikan banyak cairan untuk diminum anak agar tidak dehidrasi, selain itu pastikan Anda mendapatkan makanan bergizi agar proses pemulihan penyakitnya bisa berjalan optimal

- Kompres demam anak agar suhu tubuhnya lekas turun

Selain beberapa cara di atas, orangtua dan pengasuh juga perlu waspada dengan perubahan kondisi tubuh anak ketika menjalani proses pemulihan ketika terkena penyakit demam berdarah.

Kapan perlu waspada dengan gejala DBD pada anak?

Ketika anak terkena penyakit DBD, para orangtua dan pengasuh tak boleh lengah. Pasalnya, demam berdarah memiliki fase mirip pelana kuda.

Di tahap awal penyakit, pasien akan tampak sangat sakit kemudian demam turun, sehingga banyak orang menganggap penyakit sudah sembuh.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved