Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mata Bisa Jadi Alarm Gangguan Otak? JEC Orbita Makassar Kupas Tuntas Lewat Seminar Publik

Acara berlangsung di Auditorium Affiuddin, RS Mata JEC ORBITA Makassar, Jl Masjid Raya, Sabtu, (18/10/2025).

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Renaldi Cahyadi
SEMINAR KESEHATAN - Suasana seminar publik oleh RS Mata JEC ORBITA Makassar di Auditorium Affiuddin, RS Mata JEC ORBITA Makassar, Jl Masjid Raya, Sabtu, (18/10/2025). Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr Yunita dan Dr Batari Todja Umar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dalam rangka memperingati World Sight Day, Rumah Sakit Mata JEC Orbita Makassar menggelar seminar publik bertema “Mata Bisa Jadi Alarm: Kenali Gangguan Otak dari Gejala di Mata.”

Acara berlangsung di Auditorium Affiuddin, RS Mata JEC ORBITA Makassar, Jl Masjid Raya, Sabtu, (18/10/2025).

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr Yunita dan Dr Batari Todja Umar.

Keduanya merupakan dokter spesialis mata dari JEC ORBITA Makassar.

Kegiatan itu juga memberikan pemeriksaan tonometri gratis bagi peserta.

Dr Yunita, mengatakan jika penyakit mata sering kali menjadi indikator adanya gangguan pada sistem saraf pusat, khususnya otak.

Beberapa kelainan pada mata seperti juling, di mana posisi kedua mata tidak sejajar atau kelopak mata yang turun, dapat menjadi tanda awal adanya gangguan pada aliran darah di otak. 

Kondisi tersebut dapat memengaruhi saraf-saraf yang mengatur pergerakan bola mata maupun saraf pada kelopak mata.“Nah, hal ini perlu menjadi awareness bagi kita bahwa gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan serius, seperti stroke,” katanya.

Baca juga: JEC ORBITA Makassar Kupas Tuntas Glaukoma, si Pencuri Penglihatan

Menurutnya, bila sudah ada tanda-tanda stroke, maka kondisi tubuh secara keseluruhan perlu segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. 

Terlebih bagi mereka yang memiliki penyakit sistemik seperti hipertensi, diabetes, atau kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterol), disarankan rutin memeriksakan kondisi matanya.

“Artinya, pemeriksaan mata tidak hanya untuk orang yang merasa sehat. Sekarang ini, bahkan banyak anak muda yang sudah mengalami hiperkolesterol, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Dr Yunita menegaskan bahwa kondisi mata dapat menjadi cerminan dari kesehatan otak, terutama yang berkaitan dengan sirkulasi darah dan fungsi tubuh secara umum.

“Jangan tunggu sampai ada keluhan baru ke dokter. Bagi mereka yang memiliki penyakit seperti diabetes dan hipertensi, sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin setiap tiga sampai enam bulan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengguna kacamata perlu melakukan pemeriksaan secara teratur, karena menjaga kesehatan mata bukan hanya dilakukan saat terasa sakit, tetapi juga ketika muncul keluhan ringan yang tidak biasa.

Dr Batari Todja Umar, mengtakan banyak pasien datang bukan karena penglihatan yang kabur, melainkan karena sering mengalami sakit kepala.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved