Breaking News:

Tribun Makassar

Serikat Pekerja Tak Sepakat UMK Makassar Hanya Naik Rp39 Ribu

Sementara dari pihak buruh atau pekerja menginginkan kenaikan mencapai delapan persen.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/siti aminah
Serikat Pekerja atau buruh Makassar tolak kenaikan UMK hanya 1,9 persen. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perumusan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar diwarnai perdebatan alot.

Tidak ada titik temu dalam forum Dewan Pengupahan Makassar.

Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Asosiasi Perusahaan Indonesia ( Apindo ) Makassar mengusulkan kenaikan UMK 1,2 persen mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 terkait pengupahan.

Kenaikannya Rp39.559 dari UMK Makassar 2021 Rp3.255.423, totalnya Rp 3.294.423.

Sementara dari pihak buruh atau pekerja menginginkan kenaikan mencapai delapan persen.

Anggota Dewan Pengupahan Unsur Pekerja, Mulyadi Arief mengatakan, dalam rapat tersebut Disnaker yang mewakili pemerintah ngotot memaksakan kenaikan UMK 1,2 persen tanpa mengakomodir usulan pihak pekerja.

"Kenaikan hanya diangka 1,2 persen sementara kami dari tadi mengusulkan delapan persen dengan berbagai pertimbangan, tapi itu tidak diakomodir," ucap Mulyadi Arief, Selasa (23/11/2021).

Anggota DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini menilai, rapat tersebut hanya disepakati oleh dua pihak. 

Karena itu, ia menganggap rapat pembahasan UMK ini diagendakan kembali.

"Tidak ada kesepakatan, kami menganggap rapat ini ditunda, karena belum ada kesepakatan," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved