Breaking News:

Opini Tribun Timur

Profiling 'Moderasi' Pengurus Majelis Ulama Indonesia

Dua hal ini menjadi standar dalam mendeteksi pemahaman moderasi beragama seseorang

Editor: AS Kambie
Profiling 'Moderasi' Pengurus Majelis Ulama Indonesia
dok tribun-Timur/fb
KH Muammar Bakry LC MA, Sekretaris MUI Sulsel

Oleh: KH Muammar Bakry
Sekretaris MUI Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara harfiah artinya tempat duduk dan berkumpulnya para ulama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka berkumpul dalam organisasi ini untuk menjawab masalah keumatan, kebangsaan dan kenegaraan berdasar ajaran Islam.

Karena problematika umat menjadi concern dalam wadah ini, maka majelis ini menghimpun seluruh komponen ulama dari berbagai latar belakang ormas dibantu dengan akademisi, cendekiawan hingga praktisi muslim yang care dengan masalah umat dan bangsa.

Perannya dalam mempertemukan dan menyatukan berbagai komponen umat internal muslim dalam satu visi keuamatan sangat urgen dalam mewujudkan organisasi yang legitimed dan memiliki trust di tengah masyarakat.

Selain visi keumatan yang diusung oleh perkumpulan ini, visi kebangsaan dan kenegaraan menjadi keniscayaan dalam kelibatannya mewujudkan negara yang berdaulat dengan ideologi Pancasila.

Siap bersinergi dengan latar belakang pemahaman keagamaan dan menerima Pancasila sebagai dasar negara adalah rukun utama dari Moderasi Beragama versi mainsteream ulama Indonesia.

Dua hal ini menjadi standar dalam mendeteksi pemahaman moderasi beragama seseorang.

Ekslusif dalam pemikiran keagamaan adalah virus berbahaya yang efeknya adalah mudah menyalahkan orang lain termasuk ulama yang tidak sehaluan dengannya.

Tidak ada alternatif pemahaman keagamaan kecuali apa yang sejalan dengan pikiran gurunya yang sangat tekstual memahami ayat maupun hadis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved