Breaking News:

Minim Dai, Desa Ritual Pesugihan Congkel Mata di Gowa Dapat Jatah Quran dan Buku Iqro'

"Masjid tak cukup untuk membentengi aliran lain-lain di dataran tinggi, " ujar Ketua DMI Kecamatan Tinggimoncong

courtesy_KUA_Tinggimoncong
Kepala KUA Tinggimoncong, Gowa HM Idris bersama tim dari pemkab Gowa usai memberi penyuluhan agama dan ekonomi di Desa Lembang Panai, Kecamatan Tinggi Moncong, Gowa. 

Minim Dai, Desa Ritual Pesugihan Congkel Mata di Gowa Dapat Jatah Quran dan Buku Iqro'

TRIBUN-TIMUR.COM, MALINO -- Lembang Panai, desa ritual pesugihan congkel mata di Kecamatan Tinggimoncong, --sekitar 48 km sebelah timur, Sungguminasa, Gowa, Sulsel-, ternyata sejak lama minim dai dan bimbingan agama.

Fenomena minimnya sentuhan bimbingan agama ini diungkapkan terpisah Kepala Lingkungan Lembang Panai Daeng Bella, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tinggimoncong H M Idris, Ketua PC Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tinggi Moncong Ustad M Daeng Rani.

"Kita bersyukur sekali setelah kejadian ritual lain kemarin, kami mulai dapat banyak perhatian," kata Dg Bella (51), kepada jurnalis Tribun Timur.

Jurnalis Tribun diundang pengurus daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulsel, Yayasan Indonesia Damai Mengaji, dan Polresta Pelabuhan Makassar, melawat ke kampung di pedalaman ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut (mdpl) itu.

Lembang Panai adalah satu dari tiga kampung sasaran Jumat Berkah IJTI, Indonesia Mengaji dan Polres Pelabuhan, di kecamatan pedalaman tinggi, Sulsel.

Sedikitnya 200 mushaf AlQuran, 100 eksamplar buku Iqro' dan 20 karung beras dibagikan kelompok profesi dan komunitas kepada mustahiq (kaum berhak dan penerima manfaat) di tiga masjid kampung Kecamatan Tinggi Moncong, dataran tinggi, kawasan Malino, Gowa, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: IJTI, Indonesia Damai Mengaji dan Polres Pelabuhan Berbagi 200 Mushaf Quran dan Beras di Malino

"Mushaf Qurannya dari Yayasan Indonesia Mengaji, berasnya sodaqah dari personel Polresta Pelabuhan, buku Iqranya sumbangan dari jurnalis TV," kata Rudi Jalling, perwakilan Yayasan Indonesia Mengaji kepada Tribun.

Kelompok mustahiq antara lain takmir masjid, santri taman pendidikan quran, kaum dhuafa', dan anak yatim piatu di Desa Lembang Panai, Desa Lembanna, dan Desa Gantarang di Tinggi Moncong.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved