HUT ke 701 Gowa
Kini Berusia 701, Berikut Sejarah Singkat Kabupaten Gowa
Peringatan Hari Jadi Gowa (HJG) ke-701 diselenggarakan dengan rapat paripurna di Halaman Kantor Bupati Jl Mesjid Raya, Sungguminasa
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Suryana Anas
Awal Juni 1669 pasukan VOC dan sekuitu berhasil mendekati Benteng Somba Opu dan mengadakan serangan besar dengan meledakkan ranjau.
Pada tanggal 24 Juni 1669 Benteng Somba Opu jatuh ke tangan kompeni Belanda dan dibumi-hanguskan dengan ton dari Benteng Somba Opu jatuh ke tangan kompeni bahan peledak dengan baik dan tercatat dalam kenangan setiap patriot Indonesia yang berjuang dengan gigih membela Tanah Air-nya.
I Mallombasi Daeng Mattawang, Sultan Hasanuddin Raja GOWA ke XVI, bersumpah tidak sudi bekerja sama dengan Belanda.
Pada tanggal 29 Juni meletakkan jabatan sebagai Raja GOWA ke XVI, setalah selama 16 tahun melawan melawan rintangan. Pada hari Kamis tanggal 12 Juli 1670, Sultan Hasanuddin wafat dalam usia 39 tahun.
Berkat perjuangan dan jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara, maka dengan Surat Keputusan RI No.087/TK/1973 tanggal 16 November 1973 Sultan Hasanuddin dianugrahi gelar Pahlawan Nasional, Masa Kemerdekaan.
Pada masa awal kemerdekaan sebelum proklamasi 17-8-1945, Rakyat Gowa tetap memberikan sumbangsih yang baik bagi bangsanya dengan tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan yang terancam akibat Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.
Daerah GOWA adalah basis perlawanan bagi pejuang-pejuang bangsa seperti Robert Wolter Monginsidi yang gugur di medan laga dan korban keganasan Westerling dalam peristiwa korban 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan, serta berbagai peristiwa lainnya dalam mempertahankan kemerdekaan yang berlangsung sampai tahun 1950.
Pada masa kemerdekaan yang ditandai dengan proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, yang dilandasi dengan Undang-Undang Dasar 1945 memberikan landasan konstruksi yang kokoh yang menjamin pemerintahan seperti digambarkan dalam sistem dan mekanisme dalam pasal-pasal UUD 1945, maka pada tahun 1950 berdasarkan Undang-undang (NIT) No. 44 Tahun 1950, GOWA termasuk sebagai daerah swapraja dari 30 daerah swapraja lainnya dalam pembentukan 13 daerah Indoesia Bagian Timur.
Selanjutnya dengan berlakunya UUD No. 1 Tahun 1957 tentang Pokok Pemerintahan Daerah untuk seluruh wilayah Republik Indonesia, tanggal 18 Januari 1957 segera dilaksanakan pembentukan daerah tingkat II dan berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959 sebagai penjabaran UU No 1 Tahun 1957 telah menghapus UU Darurat No. 2 Tahun 1957 dan menegaskan GOWA sebagai Daerah Tingkat II yang berhak mengurus rumah tangganya, dan mengangkat pimpinan pemerintahan untuk menjadi Kepala Daerah.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. UP.7/2/24 tanggal. 6 Februari 1957 mengangkat ANDI IJO KARAENG LALOLANG sebagai KEPALA DAERAH PERTAMA.
Tentang Hari Jadi Gowa, baik Lontara Makassar, maupun literatur tentang sejarah Gowa, tidak diketemukan tentang tanggal, bulan dan tahun berdirinya GOWA, sedangkan penetapan HARI JADI daerah merupakan titik tolak dalam rangka lebih menjamin pengembangan dan kesinambungan Pembangunan Daerah.
Atas prakarsa Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gowa A Azis Umar dan H Syahrul Yasin Limpo sebagai Sekretraris Daerah Kabupaten Gowa, dilaksanakanlah seminar yang berlangsung pada tanggal 10 hingga 11 September 1990 di Sungguminasa, dengan peserta seminar terdiri dari tokoh masyarakat, cendekiawan, organisasi pemuda dan kemasyarakatan serta berbagai pemerhati sejarah yang ada di Kabupaten Gowa.
Penetapan hari jadi Gowa pada tanggal 17 November 1320 merupakan perpaduan peristiwa-peristiwa besar dan tonggak sejarah yang terjadi baik pada saat Gowa sebagai kerajaan, maupun Gowa sebagai salah satu Daerah Tingkat Il dalam peristiwa kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Hari Jadi Gowa telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat I Gowa No.4 Tahun 1990, dan disahkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan dengan Surat Keputusan No 132/11/1991 tanggal. 8 Februari 1991 diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten DATI |I Gowa, No.3 tahun 1991 seri D Nomor.2 pada Maret 1991.
Laporan Wartawan Kontributor TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peringatan-hari-jadi-gowa-hjg-ke-701-di-halaman-kantor-bupati-gowa-jl-mesjid-raya.jpg)