Opini Tribun Timur
Soekarno dan Spirit Nasionalisme
Pada 10 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya 76 tahun silam
Oleh : Naufal Jihad
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas
Pada 10 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang peristiwa pertempuran di
Surabaya 76 tahun silam yang merupakan perang fisik pertama setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Kalimat tersebut selalu mengingatkan kita untuk selalu mengenang jasa para pahlawan.
Hari yang mengandung makna historis sangat dalam bagi bangsa ini. Banyak nyawa yang gugur demi mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan yang baru saja diperoleh.
Semua itu telah tercatat dalam buku-buku sejarah ataupun yang dilupakan seiring kemajuan zaman, akan terus dikenang, dihormati, diteladani menjadi percikan-percikan semangat kebangsaan, dengan gelar pahlawan.
Peringatan hari pahlawan juga dianggap sebagai momentum yang tepat untuk merayakan nasionalisme, baik lewat
seremoni atau aktivitas sehari-hari.
Akan tetapi gempuran budaya hedonis dan tontonan sistem yang korup telah menjepit generasi muda dalam kondisi yang sulit dielakkan.
Remaja kehilangan orientasinya. Gaya hidup hedonis dan budaya negatif yang diserap dari barat telah menjadi trendsetter. Kita memang tidak dapat menafikan globalisasi yang telah mengubah perilaku generasi muda Indonesia.
Pada akhirnya keseluruhan hari-hari nasional yang diperingati di Indonesia hanya menjadi seremonial dan rutinitas tahunan bersama, tanpa adanya pemahaman dan pemaknaan yang mendalam.
Setiap pelaksanaan upacara peringatan, hanya dibacakan pidato birokratis yang bahkan para pejabat tersebut tidak paham akan maknanya.
Idealnya dari makna pahlawan adalah generasi-generasi yang tahu arti, mengerti akan warisan cita-cita para pendiri bangsa.
Karena tiap pemikiran mereka adalah nafas yang meresap memenuhi interaksi antar sel.
Menjadi sebuah prinsip hidup yang kemudian di implementasikan dengan penuh tanggung jawab pada diri, keluarga dan negara.
Hal-hal inilah yang harusnya tercermin dari setiap masa tumbuhnya generasi bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/naufal-jihad-mahasiswa-ilmu-politik-universitas-andalas.jpg)