Breaking News:

Tribun Luwu

9 Rumah di Desa Baramamase Luwu Terancam Hanyut ke Sungai

Rumah tersebut rawan hanyut akibat abrasi Sungai Jembatan Miring disebabkan meluapnya air sungai.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK
Kondisi Jembatan Miring di perbatasan Kabupaten Luwu-Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (31/10/2021). 

TRIBUNLUWU.COM, WALENRANG - Sebanyak sembilan rumah yang ada di bantaran Sungai Jembatan Miring terancam hanyut.

Rumah-rumah itu masuk dalam wilayah Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Atau berada di perbatasan antara Luwu dengan Palopo.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Luwu, Sofyan Thamrin mengatakan pihaknya sudah turun melihat kondisi rumah.

"Di Desa Baramamase ada sembilan unit rumah yang berada di bantaran Sungai Jembatan Miring terancam hanyut," kata Sofyan, Selasa (2/11/2021).

Rumah tersebut rawan hanyut akibat abrasi Sungai Jembatan Miring.

Disebabkan meluapnya air sungai pada akhir pekan kemarin.

"Kondisi itu akan segera ditindaklanjuti," katanya.

Sementara itu, di kecamatan lain terdapat 16 rumah rusak berat dan ringan akibat angin kencang.

15 rumah di Kecamatan Bua dan satu rumah di Kecamatan Ponrang.

"Jadi sesuai data yang kami peroleh, ada 25 unit rumah yang terbagi di tiga kecamatan yang sangat mendesak untuk kita berikan bantuan," ujarnya.

Sementara itu, Jembatan Miring masih ditutup sampai saat ini.

Baik untuk mobil maupun motor.

Sementara pejalan kaki yang nekat dipersilakan melintas.

Ada dua jalur yang disiapkan sebagai jalan alternatif.

Yakni jalur Tombang (Luwu)-Telluwanua (Palopo) dan Telluwanua-Capkar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved