Breaking News:

opini Lutfie Natsir

Kajian Hukum Delik Tindak Pidana Pencucian Uang

pencucian uang atau money laudering adalah perbuatan melawan hukum ypihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kepentingan pribadi

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Lutfie Natsir SH MH CLa 

c.      Pengguna Harta Kekayaan adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam menggunakan harta kekayaan bersumber dari sebuah tindak pidana yang telah ditempatkan di sistem keuangan dan ditransfer seolah menjadi harta kekayaan pribadi dan halal.

 Tahapan dalam pencucian uang :

a.  Plecement atau Tahap Penyimpanan,  fase ini memindahkan dari sumber dana  uang haram dari sumber dimana uang itu diperoleh untuk menghindarkan jejaknya.

Atau secara lebih sederhana agar sumber uang haram tidak diketahui oleh pihak penegak hukum.

Metode yang paling umum dilakukan dari placement ini adalah apa yang disebut smurfing, melalui smurfing ini maka keharusan untuk melaporkan transaksi uang  tunai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat dikelabui atau dihindari.

b.  Layering atau Pelapisan Selalu terdapat hubungan antara Placement dengan Layering yaitu bahwa setiap prosedur Placement yang berarti mengubah lokasi fisik atau sifat haram dari uang itu adalah salah satu bentuk Layering.

Strategi Layering pada umumnya meliputi, mengubah uang tunai menjadi asset fisik, seperti membeli kendaraan bermotor, barang-barang perhiasan dari emas, atau batu-batu permata yang mahal atau real estate dan lain lain.

c.   Integration atau Penggabungan Mengintegrasikan dana dengan cara legitimasi ke dalam proses ekonomi yang normal.

Hal ini dilakukan dengan cara menyampaikan laporan palsu yang menyangkut pinjaman uang.

Kesemua perbuatan dalam proses pencucian uang haram ini atau money laundering memungkinkan pelaku menggunakan dana yang begitu besar, dalam rangka mempertahankan ruang lingkup kejahatan mereka, atau untuk terus berproses dalam dunia kejahatan yang menyangkut terutama  para pelaku tindak pidana korupsi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved