Breaking News:

Ayah Cabuli Putrinya

Penjelasan Tim Pencari Fakta Kementrian PPPA Soal Kasus Rudapaksa di Luwu Timur, Ada Bukti Baru?

Pencari Fakta (TPF) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, mempercayakan proses hukum kasus dugaan ayah rudapaksa anaknya

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN
Asisten Deputi Pelayanan Anak dan Perlindungan Khusus, Robert Parlindungan Sitinjak (kiri) 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pencari Fakta (TPF) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, mempercayakan proses hukum kasus dugaan ayah rudapaksa anak kandungnya kepada polisi.

Seperti diketahui, dugaan rudapaksa tiga anak di bawah umur ini mencuat pasca RS melaporkan mantan suaminya, SA ke Polres Luwu Timur pada Rabu (9/10/2019).

Ketiga korbannya masing-masing  AL (8), MR (6) dan AS (4).

Belakangan, kasus ini viral setelah ramai dibagikan di akun media sosial.

Asisten Deputi Pelayanan Anak dan Perlindungan Khusus, Robert Parlindungan Sitinjak mengatakan, pihakya sudah bertemu dengan kapolres dengan tim untuk mengumpulkan data dan fakta.

Hanya saja, Robert tidak menyebutkan data dan fakta apa yang ditemukan selama berada di lapangan.

Robert dan timnya sekitar dua hari berada di Luwu Timur untuk menggali data dan fakta perihal kasus ini.

Robert kepada polisi juga meminta agar tidak mendatangkan ibu dan anaknya saat menyerahkan bukti

"Kami juga meminta polisi tidak perlu lagi mendatangkan ibu dan anaknya untuk menyerahkan bukti," ujarnya saat ditemui di Mapolres Luwu Timur, Senin (11/10/2021).

"Demi kepentingan terbaik untuk anak. Agar anak ini tidak terstigmatisasi, tidak terjadi labeling," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved