Kasus Suap Nurdin Abdullah
Sari Pudjiastuti Ngaku Diperintahkan Nurdin Abdullah Minta Biaya Operasional Rp 2 M ke Kontraktor
Sari Pudjiastuti dulunya menjadi makelar proyek pembangunan ruas jalan Palampang - Munte dan Bontolempangan Kabupaten Sinjai.
Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Hasriyani Latif
"Mungkin ucapan terima kasih," kata Sari.

Uang tersebut lantas dibagi kepada masing-masing kelompok kerja (Pokja) sebanyak lima orang dapat Rp 15 juta.
"Saya serahkan di kantor," katanya.
kemudian uang juga diberikan kepada Andi Kemal di salah satu restoran cepat saji di Makassar.
Ada juga dari H Momo sekira Rp 100 juta.
"Saya serahkan Rp 65 juta, saya ambil Rp 35 juta," katanya.
Sari bermula jadi makelar saat dirinya diminta Nurdin Abdullah mengurus biaya operasional.
"Saya bingung dapat dimana uang Rp 2 miliar, lalu Pak Nurdin Abdullah minta saya temui H Momo dan Hj Indar," katanya.
Sari menghubungi H Momo saat sore menjelang magrib menanyakan keberadaannya.
H Momo berada di Claro dan minta ketemu di basement sekitar jam 9 lewat.
"Saya pakai mobil dinas Mazda Biante dan diantar sopir Pak Yusri," katanya.
H Momo naik mobil dan langsung ke inti pembicaraan.
"Saya ada perintah dari 'bapak' untuk dibantu operasional Rp 1 miliar dan langsung diiyakan," katanya.
Sari lalu diminta berhubungan dengan Pak Boy untuk ditelepon.
"Nanti kita ambil di Sahira Homestay samping Awal Bros," katanya.