Breaking News:

Opini Tribun Timur

Pemerintahan Teater

Bisa ditonton, bisa dilihat tahap demi tahap, tapi tak pernah bisa disentuh. Apalagi diinterupsi. Ada jarak antara penonton dan panggungnya.

Editor: AS Kambie
ist
Muhammad Ridha, Dosen UIN Alauddin Makassar 

Mereka akan ditampung di dek yang kasurnya sudah disekat-sekat agar tidak terbuka seperti dek bangsal yang satu ruang bisa ratusan kasur.

Program isolasi ini bekerja sama dengan PT Pelni dengan menggunakan KM Umsini yang harus terparkir karena ditutupnya sejumlah route pelayaran.

Saat program ini diluncurkan, ada ribuan orang hadir.

Ada parade mobil-mobil yang telah ditempelkan stiker logo Makassar Recover, lalu seperti adegan dalam teater mobil yang telah berbaris dekat kapal ini maju satu per satu menuju tangga kapal lalu menurunkan tenaga Kesehatan dengan pakaian standar tenaga kesehata, dan sejumlah pasien yang turun dari mobil lalu melangkah ke atas kapal melalui tangga.

Kejadian seperti drama ini diiringi oleh bunyi sirine yang besar dan terus menerus, yang memberi kesan kepada saya, apa yang tampil ini adalah peristiwa genting dan vital.

Mungkin mirip seperti ambulance yang membawa orang sakit dan kita sontag merasa harus segera minggir.

Pak walikota ini sepertinya memang amat bersemangat, cekatan dan berani melakukan terobosan-terobosan demi penanganan wabah covid 19 ini.

Baru-baru ini, beliau langsung mencoba, alat di Laboratorium Makassar Recover, di rumah sakit umum daerah (RSUD) Daya Makassar.

Menurut pengakuan pak walikota, laboratorium untuk Rapid Tes PCR yang beroperasi 24 jam dalam sehari sehingga bisa memeriksa 1200 sampel perhari. Dan disiapkan layanannya secara gratis.

Apa hasil dari parade teater ini? Menurut data dari website pemerintah kota Makassar pada 1 juni ada 4.824 kasus baru. Sementara rata-rata jumlah kasus harian selama tujuh hari sebelumnya adalah 5.763 kasus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved