Tribun Gowa

Satpol PP Viral Pukul Wanita Hamil di Warkop, Bupati Gowa; Kami Minta Maaf ke Korban dan Keluarganya

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan angkat bicara soal aksi kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP saat melakukan razia PPKM skala mikro.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan angkat bicara soal aksi kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP saat melakukan razia PPKM skala mikro.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pihaknya telah menerima informasi soal penganiayaan yang dilakukan Satpol PP Gowa.

Dia menjelaskan, saat ini Kabupaten Gowa sedang melakukan pengetatan PPKM mikro. 

Ada empat tim yang dibagi dalam pengawasan PPKM mikro di Butta bersejarah ini. 

Setiap tim dipimpin langsung oleh Forkopimda Gowa. Tim pertama dipimpin langsung oleh Bupati dan Dandim Gowa.

Tim dua, dipimpin Wakil Bupati dan Kapolres, tim ketiga Ketua DPRD dan Kajari, sedangkan tim keempat dipimpin Sekda dan Kepala Kementrian Agama Gowa

Dia mengaku mengetahui kejadian di Panciro Kecamatan Bajeng sekira pukul 22. 30 Wita dengan video yang beredar. 

"Pada saat melihat video itu saya juga kaget, tetapi saya tidak langsung percaya karena harus melihat video seutuhnya dan mempelajari," kata Adnan kepada wartawan di Rujab Bupati Gowa, Kamis (15/7/2021) malam. 

Setelah itu, Adnan langsung memerintahkan inspektorat melakukan pengecekan serta pemeriksaan.

"Saya minta inspektorat memeriksa terhadap yang bersangkutan. Kita juga tidak menghalagi proses hukum yang ada," ujar Adnan.

"Saya biarkan dulu proses hukumnya dan nanti kita akan lanjutkan proses pemeriksaan oleh inspektorat terhadap saudara Mardhani Hamdan," jelas Adnan. 

Padahal setiap apel persiapan razia pengetatan PPKM mikro, ia telah memberikan arahan agar tidak bersikap arogan dan mengedepankan sisi humanis. 

"Arahan saya pada saat apel itu sudah jelas, saya minta semua yang melaksanakan tugas agar tidak bersikap arogan dan mengedepankan sisi humanis," tegasnya.

Menurut dia,  ketegasan jangan disalah artikan dengan kekerasan. 

"Jangan diartikan ketegasan itu adalah kekerasan, tapi ketegasan itu ketika ada orang yang melanggar tegas dengan sanksi cara humanis," ujarnya

Oleh karena itu, ia berharap kerjasama dengan semua pihak mendukung PPKM mikro. 

"Jadi tidak ada penutupan tapi jamnya yang dibatasi. Makassar ini semua tempat tutup 17. 00 Wita, kita tidak ingin tumpahan masyarakat semuanya mengarah ke Gowa," sebut dia. 

Pada operasi PPKM skala mikro, hari pertama banyak ditemukan warga Makassar nongkrong di Kabupaten Gowa.

Maka dari itu, Adnan meminta kerjasama kepada semua pihak agar mematuhi peraturan yang ada. 

Selama pengetatan PPKM mikro ini, tempat-tempat tidak melayani pengunjung hingga jam 7 malam. 

Namun take away atau pesan antar diberlakukan hingga pukul 22.00 Wita. 

"Sikap saya ambil jelas. Saya tidak mentolerir setiap tindakan kekerasan dan kita semua mengecam tindakan kekerasan," ujarnya

"Maka saya akan berikan sanksi tegas kepada oknum yang melakukan kekerasan dalam melakukan tugas," sambung dia. 

Atasnama Pemerintah Kabupaten Gowa, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi. 

"Saya juga memohon maaf kepada korban beserta keluarganya, karena ada oknum petugas aparat pemerintah Kabupaten Gowa yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat saat PPKM mikro," pungkasnya. 

Laporan Wartawan Kontributor Tribungowa.com, Sayyid Zulfadli 

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved