Update Corona Sulsel
Pasien Positif Aktif Tembus 5.362 di Sulsel, Prof Ridwan: Kemungkinan Pekan Depan Siaga Darurat
Dengan penambahan 594 pasien di Sulsel membuat angka kumulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 70.295 orang.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
Bagaimana solusinya?
"Hukum pengendalian yang baik. Jangan mencampur yang ringan-sedang dengan yang berat dan kritis. Karena risiko terlalu besar bagi nakes dan pasien sendiri," kata Ahli Epidemologi FKM Unhas itu.
"Sekarang mestinya setiap daerah segera merespons secara cepat, membuka tempat isolasi untuk kasus ringan-sedang," tambahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Pemprov Sulsel menjadi provinsi pertama yang membuka Duta Wisata Covid-19.
"Sepertinya Pak Plt tidak merespon untuk duta wisata versi II," katanya.
"Sekarang, sepertinya kendali koordinasi sangat lemah. Power Pemprov perlu diperkuat dalam mitigasi pandemi ini," tambahnya.
Sebelumnya, Plt Gubernur Andi Sudirman sudah menekankan tidak memperpanjang Duta Wisata Covid-19.
"Kalau kami di provinsi, isolasi dilakukan di rumah sakit, karena masih banyak ruang isolasi yang kami canangkan untuk yang bergejala," katanya.
"Karena lebih mudah kami amati, lebih mudah mendapat bantuan, secara komunitasnya memang juga di sana rumah sakit yang punya space untuk penanganan yang lebih intensif," tambahnya.
Lalu bagaimana dengan pasien Covid-19 tanpa gejala?
"Yah isoman, yang ringan gejalanya bisa diarahkan isolasi mandiri di rumah," katanya.
Menurutnya, kondiri di rumah itu kalau ada yang positif, itukan bagaimana menjaga jarak saja.
"Terus bagaimana aturan yang perlu diperhatikan. Seperti makannya, bagaimana membawakannya, kemudian harus menjaga (keluarga), kalau dia sudah tahu dirinya positif," kata Andi Sudirman.
"Memang ada kondisi CT (Computerized tomography) tertentu itu harus ditahu, sehingga jarak diatur sudah bisa dijadikan tempat isoman," tambahnya.(*)