Lawan Covid19

Pedoman dan Tata Cara Pemulasaran dan Penguburan Jenazah Pasien Covid-19, Silakan Download File PDF

Pedoman Tata Cara Pemulasaran pasien Covid dan tata cara Penguburan Jenazah Pasien Covid dilansir Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama

Editor: Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Pekuburan Khusus Covid-19 di Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel. Berikut Pedoman Tata Cara Pemulasaran pasien Covid dan tata cara Penguburan Jenazah Pasien Covid dilansir Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama 

Jenazah kemudian ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air). Jenazah yang sudah dikafani dan dibungkus plastik kemudian disemprot cairan klorin sebagai disinfektan.

Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar dan sebelumnya sudah disinfeksi. Jenazah beragama Islam posisinya di dalam peti dimiringkan ke kanan. Dengan demikian ketika dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.

Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti untuk kepentingan autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas.

Jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam.

Petugas selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air.
Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.

Semua petugas kesehatan yang telah mengurus proses pemulasaran hingga jenazah masuk peti dan pihak keluarga yang menyaksikan prosesi tersebut diwajibkan menjalani proses sterilisasi dengan disemprotkan cairan disinfektan ke bagian pakaian yang dikenakan serta selalu mencuci tangan.

c. Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih

Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya

Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.

d. Jika jenazah beragama Islam, dilakukan prosesi salat jenazah dengan ketentuan berikut ini:

Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah salat jenazah.

Salat jenazah dilakukan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari empat jam.

Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved