Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

Penyaluran Beras Tak Maksimal di Bulukumba, Bulog Minta Jadi Penyalur BPNT

Serapan beras di Perum Bulog Bulukumba sudah terhenti sejak Mei 2021 lalu karena gudang Bulog sudah penuh.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Kepala Cabang Bulog Bulukumba, Ervina Sulaeha 

Karena ini berhubungan langsung untuk kesejahteraan para petani sebagai penyangga pangan.

"Salah satu solusi pemerintah dalam hal ini, kabulog harus menambah menyiapkan gudang gudang cadangan untuk menampung gabah beras petani agar serapan itu tetap terjaga," jelas Asri.

Dengan tertutupnya serapan beras di Bulog, menjadi salah satu faktor turunnya harga gabah petani.

Karena pengusaha penggilingan merasa tidak ada garansi dari pemerintah dalam hal ini Bulog terkait pasar dan serapan berasnya.

Sehingga para tengkulak bisa saja datang dan membeli gabah petani dengan harga murah.

"Dan ini tidak boleh dibiarkan, tengkulak bisa rugikan petani. Ini juga memicu para pengusaha melarikan gabahnya keluar kabupaten, katakanlah Sidrap yang selama ini jadi sasaran para tengkulak," jelas dia. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved