Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Layanan Eazy Paspor Kembali Hadir di Kantor Camat Nuha Sorowako

Layanan Eazy Paspor Kembali Hadir di Kantor Camat Nuha Sorowako Kabupaten Luwu Timur.

Kemenkumham Sulsel
Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Palopo kembali membuka layanan Eazy Paspor di Kecamatan Nuha Sorowako Kabupaten Luwu Timur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, NUHA - Karena tingginya jumlah pemohon paspor di Kecamatan Nuha Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Palopo kembali membuka layanan Eazy Paspor di wilayah tersebut.

Kegiatan kali ini ditujukan bagi masyarakat sekitar Sorowako, pegawai PT Vale, pegawai Kecamatan Nuha, serta guru di wilayah Sorowako. 

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulsel, Dodi Karnida mengatakan hadirnya kegiatan Eazy Paspor ini membawa angin segar bagi masyarakat di Kecamatan Nuha wilayah Sorowako, Malili dan sekitarnya.

Sebab masyarakat tidak perlu mengajukan permohonan ke kantor Imigrasi Palopo dengan jarak 227 Km dari Sorowako atau lima jam perjalanan darat.

"Pelaksanaan ini sudah yang ketiga kalinya di tempat yang sama berkat kolaborasi yang baim dengan camat Nuha dan PT Vale," ujar Dodi via rilisnya ke tribun-timur.com, Selasa (25/5/2021). 

Sementara itu, Kepala Kanim Palopo Benyamin KP Harahap mengungkapkan bahwa petugas Imigrasi Palopo datang langsung melayani permohonan paspor di tempat yang telah ditentukan yaitu di Kantor Camat Nuha.

Tujuannya memudahkan pemohon melakukan permohonan paspor dalam rangka efisiensi waktu, jarak dan biaya. 

"Kegiatan Eazy Paspor ini dilaksanakan di aula Kantor Camat dan melayani sekitar 62 orang pemohon paspor. Para pemohon berasal dari masyarakat sekitar, pegawai PT Vale,  pegawai Kecamatan Nuha, serta Guru di wilayah Sorowako dan sekitarnya," katanya.  

Saat ini, yang sudah mendaftar sebanyak 65 orang, guru-guru SD Nikel untuk kepentingan umrah sedangkan pegawai PT Vale untuk wisata ke negara lain. 

Ledy Linda Manggau (26) yang merupakan karyawan PT Vale bagian Mining Engineer mengajukan permohonan paspor baru untuk kepentingan wisata.

Farismi Yusuf (52) seorang Guru SD Nikkel kelahiran Luwu Utara mengajukan permohonan paspor untuk persiapan umrah.

Sedangkan pemohon atas nama David Layuk (36) seorang kontraktor PT Vale mengajukan permohonan penggantian paspor untuk persiapan wisata. 

"Para pemohon  menyatakan sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya layanan eazy paspor yang diadakan oleh Kantor Imigrasi Kelas III non TPI Palopo," kata Benyamin.

"Harapan para pemohon agar program eazy paspor dipertahankan dan dilakukan secara berkesinambungan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi pemohon yang tinggal di  wilayah yang jauh jaraknya dari kantor Imigrasi terdekat," tuturnya.

Kegiatan Eazy paspor ini telah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah.(*)

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved