Breaking News:

Tribun Maros

Sampah Warga Maros Capai 10 Ton Per Hari, Tempat Pembuangan Akhir Penuh

Tempat Pembuangan Akhir sampah di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulsel, tak lagi mampu menampung produksi sampah warga Maros.

Editor: Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Bupati Maros, Chaidir Syam 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tak lagi mampu menampung produksi sampah warga Kabupaten Maros.

TPA milik Pemkab Maros seluas 10 hektare itu, mulai tak mampu menerima sampah warga Maros yang jumlahnya sekira 10 ton per hari.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Maros berencana memperluas area TPA.

Area TPA akan ditambah 2 hektare lagi untuk menampung produksi sampah, minimal hingga dua tahun mendatang.

"TPA yang ada saat ini sudah hampir penuh dan akan habis sampai tahun depan. Makanya kita berencana akan menambah lahan TPA seluas dua hektar," kata Bupati Maros, Chaidir Syam, Rabu (19/5/2021).

Lebih lanjut, Chaidir menyebut pihaknya tengah mempersiapkan proses pembebasan lahan warga, sesuai harga yang akan ditentukan oleh appraisal (penilai).

Baca juga: Dua Hari, 445 Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Maros-Pangkep

Chaidir mengatakan, lahan yang disiapkan untuk TPA itu, lokasinya jauh dari pemukiman warga.

Sehingga bau yang timbul dari TPA tidak menganggu warga.

Lanjut Chaidir mengatakan, produksi sampah warga Maros mencapai 300 ton per bulan atau sekitar 10 ton perharinya.

Jumlah itu hampir tidak bisa dimuat lagi di TPA saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved