Tribun Maros
Dua Hari, 445 Kendaraan Putar Balik di Perbatasan Maros-Pangkep
menjelaskan 445 kendaraan yang diminta putar balik hendak menuju ke berbagai daerah
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 445 kendaraan diminta putar balik di batas Maros-Pangkep dalam 2 hari masa perpanjangan posko penyekatan, Selasa-Kamis (18-20/05/2021).
Kendaraan yang diminta putar balik karena tidak melengkapi dokumen perjalanan.
Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat tugas dari kantor/instansi tempat bekerja atau surat keterangan dari kecamatan bagi yang melakukan perjalanan darurat.
Selain itu, juga surat keterangan negatif Covid-19.
Kepala Posko penyekatan, AKP Sulaeman, menjelaskan 445 kendaraan yang diminta putar balik hendak menuju ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
"Sejak hari pertama pendirian posko penyekatan Maros-Pangkep hingga saat ini, dua hari setelah masa perpanjangan larangan mudik, jumalah yang diminta putar balik sudah 445 kendaraan," ucap Sulaeman saat dihubungi via WhatsApp sore tadi.
Dari keseluruhan yang diminta untuk memutar balik didominasi oleh kendaraan roda empat.
Untuk hari ini, sejumlah pengendara yang ingin melintas tanpa dokumen perjalanan terpaksa menjalani swab antigen.
Sulaeman menjelaskan, swab antigen ini dilakukan secara acak untuk mengetahui ada atau tidaknya penularan Covid-19 yang terjadi, setelah hari raya Idulfitri.
"Sebenarnya kendaraan diminta putar balik itu hanya sampai tanggal 17. Tanggal 18 sudah tidak ada putar balik, itu cuma swab secara acak kepada pengendara, untuk mengetahui ada tidaknya penularan dari masyarakat luar daerah," jelasnya.
Dari keseluruhan pengendara yang mengikuti tes swab antigen, hasilnya menunjukkan negatif Covid-19.
Salah satu pengendara yang menjalani swab tes, Fahmi mengaku tidak tahu menahu mengenai adanya perpanjangan posko penyekatan.
"Saya tidak tahu yah kalau ada perpanjangan, saya kira sudah berakhir pas 17 Mei kemarin," ucapnya.
Ia pun mengaku kaget saat diminta melakukan swab antigen.
"Karena tidak tahu ada perpanjangan, jadinya tidak siapkan dokumen perjalanan. Kaget juga ternyata harus swab ditempat," ucapnya.
Ia pun berharap agar pelarangan mudik bisa segera berakhir, sebab ia merasa pekerjaannya sebagai supir daerah sedikit banyak menjadi terganggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/uasana-posko-pen34re.jpg)