Breaking News:

Mukjam Ramadan

Agar Bersyukur; Sempurnakan Hitungan (Puasa), Bertakbir, Lalu Maaf . .

SYUKUR adalah terminal akhir pepuasa, taqwa kendaraannya, dan bulan Ramadan adalah moment terbaiknya.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
Ilustrasi 

"Pendekatan yang paling dominan digunakan dalam tafsir ini adalah pendekatan lugawiy (bahasa), kemudian pendekatan fikih. BaHasanya khas dan hanya ada di Bulan Ramadan."

Di nukilan ayat sebelumnya (QS 2:184), Allah mensyaratkan syukur bisa tercapai jika kami "tathawwu" mengerjakannya karena Allah SWT.

‎فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرًا فَهُوَ خَيۡرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُواْ خَيۡرٌ لَّكُمۡ ۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

Bukan ikhlas, Alquran memakai frasa (تطوّء) tathawwaa'; yang bermakna ke-'taat'-an penuh di ayat bulan puasa Ramadan ini.

Sementara khairan (خيرا) dimaknai ssbagai kemuliaan atau kemakmuran.

Bangsa Arab, menyebut orang yang berkecukupan karena harta dan jabatan dengan istilah khairan.

Kelebihan harta yg disedeqahkan, jasa aksesibilitas atau mempermudah urusan sesama orang beriman karena otoritas, juga disebut khairan.

Khairan ini juga bisa disematkan kepada orang yang sudah menunaikan wajib zakat fitrah (penyucian diri), memberi infaq ke kerabat, sahabat, orang terdekat, ibn sabil, yatim, orang meminta (assail) dan al-mahrum (orang tak punya, berilmu, taat beribadah, namun tak pernah mau meminta-minta).

Kata tathawwa', walitukmilu, dan walitukabbiru sudah dibahas di serial Mukjam Ramadan sebelumnya. 

THATAWWAA; Taati Saja, Jangan Banyak Tanya

Dari istilah tathawwa di Albaqarah ayat 184 ini pulalah, ulama-ulama Mujtahid, menggunakannya sebagai frasa pengganti amalan sunnah tambahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved