Breaking News:

Mukjam Ramadan

AFAA ANKUM; Karena Memaafkan (lebih) Mendekatkanmu kepada Allah

Konteks turunnya ayat maaf ini, kala di awal Ramadan 2 Hijriyah, Umar bin Khattab, mendatangi (rafasa) istri-istrinya saat puasa di siang hari.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Sakinah Sudin
Istimewa
Wa afaa ankum. 

Frasa afwa 35 kali dipakai.

Delapan kali dalam bentuk isim masdar (nomina), kesemuanya merujuk sifat Allah; seperti pemakaiannya di akhir 3 ayat (43, 49 dan 149) surah Annisa ; عفوا غفور dan عفوا قديرً (Maha Pemaaf lagi pengampun dan maha berkuasa).

Lebih 27 kali dalam bentuk fiil (verba).

Itupun sebagian besar atau 75% digunakan sebagai "kata kerja" kemurahan Allah kepada Hambanya.

Sisanya di ayat-ayat perang, dan penegakan hukum qisas, untuk dipakai manusia dalam mengamalkan ajaran Langit.

Afwa atau pemaaf adalah sifat ke-10 dari 99 Asmaul Husna.

*

Abu Hayyan (745 H) di kitab tafsir hikmah-nya, Bahrul Al Muhyt, menafsirkan potongan ayat ini, mensyaratkan tak ada maaf sebelum taubat.

Pemberi dan maaf penerima maaf, lebih dulu harus bertaubat, dan janji tak mengulang dan melupakan.

Kalau taqwa terminal akhir pepuasa, maka maaf adalah (salah satu) kendaraannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved