Breaking News:

Tribun Palopo

Nilai Zakat Fitrah di Palopo Terendah Rp 25 Ribu, Tertinggi Rp 35 Ribu Per Orang

Baznas Kota Palopo juga telah merilis jumlah besaran zakat yang wajib dibayar di tahun 2021 atau Ramadhan 1442 Hijriah.

TRIBUN TIMUR/ARWIN
Ketua Baznas Palopo, Muchtar Basir 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palopo menetapkan sebanyak 183 masjid menjadi pengumpul zakat di Kota Palopo.

Ketua Baznas Palopo H Muchtar Basir mengatakan, sebanyak 183 masjid menjadi pengumpul zakat, dan telah dilakukan bimbingan teknis pengisian format penghimpunan zakat, yang menghadirkan Imam masjid, UPZ masjid dan LAZ se-Kota Palopo.

Muhctar mengatakan setelah dilakukan bimtek, diharapkan tidak lagi ditemukan kesalahan dalam menghimpun zakat khususnya zakat fitrah di masjid-masjid.

"Telah dilakukan koordinasi sebagai upaya optimalisasi pengumpulan dan pendisbustrian zakat, infaq, dan sedekah di Kota Palopo," kata Muchtar.

Sebelumnya, Baznas Kota Palopo juga telah merilis jumlah besaran zakat yang wajib dibayar di tahun 2021 atau Ramadhan 1442 Hijriah.

Besarannya ada tiga tingkatan. Pertama Rp 25 ribu per jiwa, kedua Rp 30 ribu per jiwa dan ketiga Rp 35 ribu per jiwa.

Zakat fitrah tersebut diukur berdasarkan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan pokok itu berupa beras dengan takaran sebanyak 2,5 kilogram setiap jiwa.

"Dipersilakan masyarakat memilih, sesuai dengan kondisi konsumsi dapurnya," kata komisioner Baznas Palopo As'ad Syam kepada Tribun, Jumat (23/4/21).

"Jika misalkan selama ini konsumsi beras dengan harga 10 ribu per kilo, jadi zakatnya juga sebaiknya memilih yang Rp 35 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, nilai infaq rumah tangga (IRTM) yang ditetapkan Baznas Palopo tahun ini sebesar Rp30 ribu per KK.

"Tahun ini Rp 30 ribu, nilainya sama dengan tahun lalu," sebutnya.

Sedangkan untuk pembayaran fidyah tahun ini, besarannya menurun.

Jika di tahun 2020 pembayaran fidyah sebesar Rp 35 ribu per jiwa per hari, maka tahun ini besarannya turun menjadi Rp 20 ribu per jiwa per hari.

"Ini berdasarkan keputusan bersama antara Kemenag Kota Palopo, Pemkot Palopo, MUI dan Baznas Palopo melalui pertimbangan yang panjang," kata As'ad.

Penulis: Arwin Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved