Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Tertipu, Awal Cerita Rifaldi dan Rekannya Ikut Diklat KPA Sangkar Luwu Timur Berujung Penyiksaan

Tiga peserta diklat Kelompok Pecinta Alam (KPA) Sanggar Kreatif Anak Rimba (Sangkar) Luwu Timur, tertipu sampai terpaksa ikut diklat

TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN
Orang tua almarhum Muh Rifaldi bernama Sudirman melapor ke Polres Luwu Timur dan diambil keterangannya oleh penyidik bernama Bripka Seno Padang dari satuan resort kriminal (satreskrim), Senin (15/3/2021). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Tiga peserta diklat Kelompok Pecinta Alam (KPA) Sanggar Kreatif Anak Rimba (Sangkar) Luwu Timur, tertipu sampai terpaksa ikut diklat berujung penganiayaan dan penyiksaan.

Peserta tersebut almarhum Muh Rifaldi (18), Aditya dan Ricky. Tiga peserta ini warga Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari keterangan korban dan keluarga korban, para korban ini izin untuk pergi mendaki gunung atau camping.

Bukan untuk ikut diklat yang berujung pada penganiayaan dan penyiksaan.

"Saya izinkan anak saya pergi karena dia izin mau pergi mendaki gunung yang biayanya ditanggung katanya pemerintah," kata ibu Ricky, Bertha Sanda

Ia mengatakan, anaknya izin berangkat untuk mendaki gunung dan tidak tahu menahu akan ada diklat sampai akhirnya putranya juga dianiaya.

"Anak saya kalau bernafas berat kayak tahan sakit, waktu pertama lihat saya berteriak karena mukanya lebam," kata Bertha melihat kondisi anaknya pulang diklat.

Sementara peserta lainnya, Aditya mengaku bergabung dengan rekannya karena ingin mendaki gunung atau camping bukan untuk diklat.

"Ditanya ji ki bilang mau pergi camping pergi mendaki oleh senior," kata Aditya.

"Sama ka juga teman ku, Ricky nda na tahu juga. Kan ditanya ji ki bilang pergi mendaki sediakan saja nanti kita bermalam,"

Halaman
1234
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved