Fakultas Hukum Unhas Bedah Buku Prof Irwansyah
Kegiatan ini berlangsung secara luring terbatas dengan menerapkan protokol Covid-19 di Baruga Baharuddin Lopa
Penulis: Rudi Salam | Editor: Imam Wahyudi
Diantaranya, ketepatan dan pengembangan metode. Tidak hanya itu, lanjutnya, terkadang mahasiswa juga susah membedakan rumusan masalah dan membuat pertanyaan yang tidak diperkuat dengan landasan teori yang memadai.
"Analisis dan argumentasi pada bab pembahasan sangat minim karena pendekatan dan fokus penelitian kurang optimal. Dari permasalahan ini, saya coba memberikan solusi dan respon. Buku penelitian hukum ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan buku pada umumnya, yang pasti ada satu bab yang membahas tentang strategi penulisan artikel di jurnal yang tidak di jumpai pada buku lainnya," jelas Prof Irwan.
Pada umumnya, artikel hukum yang dihasilkan tidak kuat karena hanya berdasar pada telaah konseptual belaka, tidak berbasis riset.
Padahal, untuk memperkuatnya dibutuhkan landasan teori dari riset.
Menurut Prof Irwan, terkadang mahasiswa hanya diberikan perumpamaan kesenjangan hukum saja.
Dalam buku ini juga disajikan yang namanya peta kesenjangan.
Selain itu, juga memuat peta masalah yang mengelompokkan akibat, sebab dan akar/dasar terjadinya masalah.
"Dengan adanya peta masalah, fokus penelitian lebih jelas dan dipertegas. Selain itu, kita juga menambahkan istilah pengayaan pendekatan yang memuat 17 pendekatan yang dapat memperkaya penulis," sambung Prof Irwan.