Fakultas Hukum Unhas Bedah Buku Prof Irwansyah
Kegiatan ini berlangsung secara luring terbatas dengan menerapkan protokol Covid-19 di Baruga Baharuddin Lopa
Penulis: Rudi Salam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai rangkaian awal menyambut Dies Natalis ke-69, Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar peluncuran dan bedah buku karya Guru Besar Unhas, Prof Dr Irwansyah.
Buku tersebut tersebut berjudul "Penelitian Hukum: Pilihan, Metode & Praktik Penulisan Artikel".
Kegiatan ini berlangsung secara luring terbatas dengan menerapkan protokol Covid-19 di Baruga Baharuddin Lopa, FH Unhas dan terhubung secara virtual melalui aplikasi Zoom, Rabu (10/2/2021).
Mengawali kegiatan, Ketua Panitia Dies Natalis FH Unhas, Andi Tenri Famauri, menuturkan peluncuran dan bedah buku merupakan kegiatan perdana dalam rangka menyambut dies natalis ke-69 FH Unhas.
Nantinya, kata dia kegiatan keilmuan seperti ini akan kembali dilakukan, serta beberapa agenda lainnya.
"Diharapkan penyelenggaraan Dies Natalis FH tetap berlangsung dengan baik meskipun di tengah pandemi Covid-19," harapnya via rilis
Dekan FH Unhas, Prof Dr Farida Patittingi, menuturkan dies FH kali ini mengusung tema Fakultas Hukum for Justice and Humanity.
Menurutnya, tema ini penting sebagai dasar melakukan pengembangan dan penyelenggaraan tridarma sekaligus mewakili lulusan yang dapat membaktikan diri untuk kemanusian dan keadilan.
Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi kepada penulis yang tetap aktif dan produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berupa buku selama masa pandemi.
"Ini semakin menguatkan komitmen dalam menjalankan tridarma serta diharapkan menjadi bahan rujukan dalam melakukan maupun menghasilkan produk ilmiah lainnya," katanya.
Dalam penjelasannya, Prof Dr Irwansyah, menyampaikan perkembangan pendidikan hukum di Indonesia memberikan dua sisi.
Pada satu sisi, dengan bertambahnya mahasiswa khususnya mahasiswa Pascasarjana.
Di sisi lain, ada hal yang menggangu yakni terletak pada metode penelitian yang tidak berkembang bahkan cenderung mengkopi paste.
Dengan dasar ini, ia kemudian tertantang untuk memberikan pencerahan melalui buku, dengan harapan penelitian khususnya mahasiswa pasca dapat berkembang.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan beberapa hal yang terkadang dihadapi mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah.
Diantaranya, ketepatan dan pengembangan metode. Tidak hanya itu, lanjutnya, terkadang mahasiswa juga susah membedakan rumusan masalah dan membuat pertanyaan yang tidak diperkuat dengan landasan teori yang memadai.
"Analisis dan argumentasi pada bab pembahasan sangat minim karena pendekatan dan fokus penelitian kurang optimal. Dari permasalahan ini, saya coba memberikan solusi dan respon. Buku penelitian hukum ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan buku pada umumnya, yang pasti ada satu bab yang membahas tentang strategi penulisan artikel di jurnal yang tidak di jumpai pada buku lainnya," jelas Prof Irwan.
Pada umumnya, artikel hukum yang dihasilkan tidak kuat karena hanya berdasar pada telaah konseptual belaka, tidak berbasis riset.
Padahal, untuk memperkuatnya dibutuhkan landasan teori dari riset.
Menurut Prof Irwan, terkadang mahasiswa hanya diberikan perumpamaan kesenjangan hukum saja.
Dalam buku ini juga disajikan yang namanya peta kesenjangan.
Selain itu, juga memuat peta masalah yang mengelompokkan akibat, sebab dan akar/dasar terjadinya masalah.
"Dengan adanya peta masalah, fokus penelitian lebih jelas dan dipertegas. Selain itu, kita juga menambahkan istilah pengayaan pendekatan yang memuat 17 pendekatan yang dapat memperkaya penulis," sambung Prof Irwan.