Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Joe Biden

Setelah Dilantik, Joe Biden Larang Warga Asing dari 30 Negara Masuk AS, Negara Mana Saja, Indonesia?

Joe Biden menyepakati 30 negara dalam daftar larangan bepergian (travel ban) setelah varian baru Covid-19 muncul di negara itu, bagaimana Indonesia?

Editor: Arif Fuddin Usman
AFP
Presiden AS Joe Biden. Setelah dilantik, Joe Biden menyepakati 30 negara dalam daftar larangan bepergian (travel ban) setelah varian baru Covid-19 muncul di negara itu, bagaimana Indonesia? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat, Joe Biden serius melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal pertama yang dilakukan Joe Biden adalah menghidupkan kembali aturan larangan masuk warga negara asing ke Amerika Serikat.

Baca juga: Dilantik Jadi Presiden Amerika Serikat, Tugas Berat Menunggu, Joe Biden Menangis Tinggalkan Delaware

Baca juga: Siapa Patsy Widakuswara Asal Indonesia? Karena Dia Presiden Joe Biden Pecat Direktur VOA, Masalahnya

Joe Biden melarang warga 30 negara di dunia masuk ke negaranya. Aturan ini akan berlaku mulai Sabtu (30/1/2021),

Langkah Biden ini adalah salah satu upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Biden juga memasukkan Afrika Selatan dalam daftar larangan bepergian (travel ban) setelah varian baru Covid-19 muncul di negara itu.

“Kami menambahkan Afrika Selatan dalam daftar larangan karena adanya temuan varian (baru Covid-19) yang mengkhawatirkan dan telah menyebar ke luar Afrika Selatan,” kata Dr. Anne Schuchat, Wakil Direktur Utama CDC, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, pada Senin (18/1/2021) mantan Presiden Amerika Donald Trump mengeluarkan kebijakan membatalkan aturan larangan bepergian yang ia buat sendiri.

Tak lama setelah Trump meresmikan kebijakan itu, Jen Psaki, juru bicara Biden mencuit di akun Twitter-nya.

“Berdasarkan nasihat tim medis kami, Pemerintah tak berniat membatalkan aturan larangan ini pada 26 Januari.”

“Dengan pandemi yang makin memburuk dan varian (Covid-19) yang lebih menular muncul di banyak negara dunia.

"Ini bukan waktu yang tepat untuk membatalkan larangan perjalanan internasional,” tambah Psaki.

Berdasarkan data Worldometers, Amerika Serikat masih mencatatkan kasus Covid-19 tertinggi di dunia pada Senin (25/1/2021) pagi WIB.

Kasus Covid-19 di Amerika mencapai 25.702.125 kasus. Dari angka itu, 429.490 orang meninggal dunia dan 15.409.639 orang sembuh.

Sementara, varian baru virus corona pertama kali diidentifikasi di Inggris pada pertengahan Desember 2020.

Banyak negara telah melaporkan temuan kasus Covid-19 yang berasal dari varian baru virus corona ini.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved