Klakson
Krisis Mutu Demokrasi
PILKADA serentak terancam krisis mutu demokrasi. Kontestan nyaris tak menggelar pendidikan politik yang efektif untuk publik.
Ini penting, sebab efek pandemi secara ekonomi nyata menjadi problem yang dirasa warga.
Harusnya, kontestan kaya akan ide-ide seperti itu.
Selain itu, money politic berpotensi pula memicu krisis mutu demokrasi kita.
Money politic tak serta merta hilang ditelan Covid-19.
Tetapi money politic tetaplah menyalakan lampu hijaunya sebab "jaga jarak" dengan interaksi terbatas membuat kontestan semakin merasa perlu bertindak instan untuk memenangkan pertarungan dengan cara money politic.
Apalagi, watak politik negeri ini adalah ceriminan keadaan tak beradab lantaran politik yang digerakkan adalah politik dahaga kekuasaan.
Maka kompetisi yang berkecamuk senantiasa tercambuk alias jalan terus.
Konflik lantas mengangah setiap saat.
Sengketa dan sengkarut politik pun tak sudah-sudah.
Rakyat dirundung kecewa.
Karena itu, para pekerja demokrasi mendesak perlu memikirkan solusi yang efektif agar potensi krisis demokrasi seperti di atas tidak terjadi dalam pilkada serentak nanti.
Dan kepada seluruh umat, seluruh warga sebaiknya rajin-rajin memanjatkan doa agar para pelaku money politic, para cukong-cukong politik, dan para penjahat demokrasi lainnya diketuk hatinya oleh Tuhan YME agar mereka tak melancarkan aksi money politic, atau manipulasi dan kecurangan.
Mungkin hanya dengan cara begitu langkahnya bisa berubah, tindakan buruknya dapat tercegah.
Sebab segala aturan formil tentang larangan money politic dan larangan bertindak kecurangan seringkali diterjang begitu saja, dilanggar begitu saja tanpa rasa bersalah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/abdul-karim-lapar-1-31102020.jpg)